Dedi-Mulyadi-memasangkan-kaki-palsu-secara-simbolis-di-Aula-Janaka-Setda-Purwakarta-Jumat-18-12-2015-700x352 copy

Sedikitnya 50 pasien disabilitas (penyandang cacat kaki dan tangan) di Purwakarta nampak bahagia setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta membantu Kaki Palsu

dangiangkisunda.com – Sekitar 50 pasien disabilitas (penyandang cacat kaki dan tangan) di Purwakarta nampak bahagia setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta membantu mereka mendapatkan kaki dan tangan palsu gratis dari Yayasan Peduli Tunadaksa Jakarta.

Salah satu penyandang disabilitas, Heri Irawan (25), mengatakan sangat terbantu dengan program pengadaan bantuan kaki dan tangan palsu dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta ini.
Selama ini, pascakecelakaan saat mengemudikan truk tronton di daerah Slipi, Jakarta Barat, 4 tahun lalu, Heri harus banyak berdiam di rumahnya, di Kampung Ciganea, Jatiluhur, Purwakarta. Dia tak bisa beraktivitas normal lagi akibat kedua kakinya harus diamputasi.

“Saya cuma bisa diam saja di rumah, menggantikan peran istri menjaga anak semata wayang yang masih kecil,” kata Heri di sela pengukuran kaki palsu, di Pendopo Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jumat (18/12).

Program bantuan pemberian kaki dan tangan palsu ini sebenarnya bukan pertama kali digelar Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Bantuan serupa kepada sekitar 200 disabilitas pernah dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Kick Andy (Andy Foundation).
Administrator Yayasan Peduli Tunadaksa Said Khan mengatakan pihaknya peduli soal membantu kesulitan para penyandang disabilitas. Seperti memberikan bantuan serta pelatihan pembuatan kaki dan tangan palsu bagi pasien disabilitas.”Supaya mereka kembali produktif dan menatap masa depan dengan baik,” ujar Said.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, yang juga sangat peduli terhadap para penyandang disabilitas, sependapat bahwa para penyandang ini harus bisa kembali produktif. Guna merealisasikan hal itu, kang Dedi telah membuat rencana agar pemberian kaki atau tangan palsu kepada penyandang disabilitas di seluruh wilayah Purwakarta sudah selesai pada Januari 2016.

“Masih ada sekitar 500 orang lagi,” kata kang Dedi. Bahkan, Dedi juga berencana memberikan bantuan modal usaha bagi mereka. “Kami akan berikan bantuan modal usaha Rp.1 juta per orang. Tujuannya agar mereka mau datang dan menggunakan kaki palsu. Selama ini mereka merasa malu untuk mendapatkan bantuan kaki palsu,” ujarnya.(amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.