20160125060142 (4)

dangiangkisunda.com – Guna meningkatkan peran serta masyarakat dan industri untuk menggunakan energi alternatif, Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Menggandeng Perusahaan Ahli Energi Ramah lingkungan dari PT. Watu Sinergi Indonesia (PT.WSI) Jakarta. Senin, 25/01.

Bupati Purwakarta, Kang Dedi Mulyadi mengungkapkan pihaknya berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas tanah, air dan udara, guna menciptakan kondisi alam Purwakarta yang baik, oleh karena itu, pihaknya mengupayakan dengan cara menggandeng para ahli untuk memperkenalkan salah satu temuan asli bangsa Indonesia, berupa zat Adiktif Nabati sebagai sumber energi terbarukan dihalaman Pemkab Purwakarta.

Dalam kesempatan itu, sejumlah Pimpinan SKPD dan Pimpinan Perusahaan diundang untuk diberikan pengenalan dan cara pengolahan  temuan terbaru formula zat adiktif nabati yang diberi nama Salvis, sebagai zat yang mampu merubah  Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seperti oli bekas dan minyak yang mampu diurai menjadi biosolar yang ramah lingkungan.

Tidak sampai disitu, para undangan dibuat terkaget saat dilakukan uji emisi oleh petugas dishub menggunakan  biosolar dari oli bekas dan minyak jelantah pada mobil diesel tangki DKP, dan ternyata kepekatan emisi gas buang nya menurun hampir 100% dari sebelum menggunakan biosolar olahan. Disamping suhu mesinnya tidak panas seperti umumnya mesin diesel.

Menurut Saiful Arifudin, salah seorang Direktur PT.WSI dan Tim Ahli Formula Adiktif Nabati mengungkapkan, salah satu  karakteristik Adiktif Salvis adalah sebagai Energy Reformer. Yaitu Mampu merubah limbah B3 menjadi bahan bakar terbarukan yang dibutuhkan umat manusia, baik skala kecil maupun industri.

Disamping itu adiktif ini mampu menekan efesiensi, emisi, pembersih, peningkat power, penghijau, serta ramah lingkungan. Saiful juga menambahkan bahwa adiktif temuan tim ahli nya, saat ini diburu perusahaan-perusahaan asing besar yang ingin membeli patennya dengan tawaran harga mencapai Ratusan miliar.

Terlebih formula adiktif ini berlisensi Internasional di Swiss dan satu-satunya di Dunia. Namun, Saiful dan timnya berkomitmen bahwa formulasi adiktifnya ini hanya akan di besarkan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan, kemakmuran bangsa Indonesia. Terlebih bahan bakunya asli dari kekayaan alam Indonesia.

Tidak sampai disitu, Saiful dan Timnya mengajak masyarakat Purwakarta untuk terlibat dalam produksi bahan baku adiktif sekaligus mendorong program penghijauan dengan menanam kemiri sunan dan Sereh wangi. Saiful dan tim bahkan membuka seluas-luasnya untuk masyarakat Purwakarta bahwa bahan baku itu siap dibeli oleh timnya. Guna memenuhi permintaan pasar yang cukup besar dan tidak berhenti akan kebutuhan dan manfaat formula adiktif, terutama bagi kalangan industri. (amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.