image

dangiangkisunda.com – Bupati Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, gagal membujuk Agus Suherman dan Irman, warga miskin yang anaknya meninggal karena kekurangan gizi di Kampung Jati Jajar RT 19 RW 03 Desa/Kecamatan Sukatani.

Pasalnya, Bupati Dedi berencana akan akan memberikan bantuan renovasi rumah Agus dan Irma sebesar Rp. 25 juta. Asalkan dengan sarat Irma istri Agus mau menjalankan program Keluarga Berencana (KB). Namun, Agus dan Irma menolak bantuan Bupati yang akan memberikan bantuan renovasi rumah.

“Uangnya sudah saya siapkan Rp. 25 juta buat renovasi rumahnya, tapi dengan sarat asal mau di KB. Tapi orangnya malah nolak,” ungkap Bupati Dedi, selasa (1/3/16).

Saat itu, Agus dan Irma dipanggil langsung ke Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Purwakarta. Dia bersama tiga orang anaknya, datang ke rumdin ditemani oleh Kepala Desa Sukatani, Asep Supena.

Bupati Dedi pun memang terlihat bingung dengan Agus dan Irma, karena ia tak menyangka ada warga di Kabupaten Purwakarta yang tak mau menerima bantuan dari pemerintah.

“Mau gimana lagi orang enggak mau di bantu,” tuturnya.  

Hal senada pun disampaikan Kades Sukatani, Asep Sumpena, menurut penuturannya dari pihak Desa sudah sering membantu kelurga Agus dan Irma, tapi dia selalu menolak.

“Sudah sering saya bantu tapi dia menolak,” tuturnya.

Asep menceritakan, pernah beberapa waktu lalu pihak desa memberikan bantuan biskuit dan susu untuk anaknya yang kekurangan gizi, tapi bantuan tersebut yang sudah diterima malah diberikan lagi kepada orang lain.

“Udah sering saya kasih makanan, tapi enggak dimakan malah dikasih ke orang,” kata Asep menceritakan.

Sementara itu, Agus dan Irma dihadapan Bupati Dedi, mengaku dengan blak-blakan bahwa dirinya tidak ingin menerima bantuan renovasi rumah, jika dirinya disuruh untuk menjalankan program KB.

“Enggak mau pak, kalau disuruh KB mah. Itukan hak pribadi saya,” ujarnya.

Irma sendiri mengaku menolak bantuan dari siapapun, bahkan yang uniknya jika Irma dan Agus diberikan bantuan beras yang kualiasnya bagus, ia malah menolak dan lebih menerima bantuan Beras Raskin (beras raskin).

“Saya maunya beras raskin, karena itu hak saya sebagai orang miskin,” paparnya.

Diketahui, saat ini Agus dan Irma sudah mempunyai 8 orang anak. Dua anaknya meninggal karena dikabarkan kekurangan gizi. Tapi Agus tetap berkeyakinan bahwa dengan banyak anak banyak rizki.

“Sekarang juga saya sudah hamil lagi, sekarang udah telat dua bulan,” pungkasnya.(Amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.