ecf9a240-cd83-4ebc-b85c-ed8ed03cf551

dangiangkisunda.com – Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjawab tudingan Front Pembela Islam (FPI), yang menganggap Bupati Dedi telah mengganti ucapan “Asslamuala’ikum” (salam Islam) dengan “Sampurasun” (salam Sunda).

Bahkan dengan tegas Bupati Dedi meminta bukti kepada pihak yang mengecamnya, dikarenakan dirinya telah mengantikan ucapan salam tersebut.

“Saya minta bukti deh, kalau saya menganti Assalamuala’ikum dengan Sampurasun. Nih, setiap saya mengucapkan salam, saya selalu mendahulukan ucapan salam Islam dan baru diakhiri salam Sunda,” tegas Bupati Dedi kepda sejumlah awak media, Kamis (26/11/15) di Bale Citra Resmi, seusai mengisi acara memperingati Hari Angklung se-dunia.

Dedi menilai, pentolan FPI tersebut sepertinya mendapat masukn dari satu pihak. Lalu sambungnya, jika dirinya disebut dengan orang yang syirik, hal tersebut dikarenakan perbedaan sudut pandang pemahaman semata.

“Syirik itu perspektif sudut pandang dari syariat, saya kan bukan pengikuti pemahamannya Habib Rizieq. Saya ini orang NU (Nahdlatul Ulama), yang punya Kyai yang menjadi rujukan berbagai pemikiran dan gagasan saya,” ungkapnya.

Bisa jadi, lanjut Kang Dedi, syirik dalam kaidah pemahaman ulama yang lain. Dedi berujar, keulamaan umat Islam itu banyak melahirkan pemahaman yang bermacam-macam dan lahirlah banya kelompok-kelompok ulama.

“Jadi tidak bisa juga diterima, satu pemahaman kepada pemahaman yang lainnya. Karena berbeda rujukan penafsiran,” pungkasnya. (amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.