dangiangkisunda.com – 72 Kg Mentimun, 8 Kg Kacang Panjang dan 4 Kwintal Gabah basah dipanen oleh pelajar SMAN I Campaka Purwakarta hari ini Senin (29/8) yang berasal dari 4.800 meter lahan pertanian milik sekolah tersebut. Hasil panen tersebut langsung dijual oleh siswa seharga Rp7 Juta dengan keuntungan sekitar Rp3 Juta.

Ketua OSIS SMAN I Campaka M Naufal Ridwan mengaku hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk membeli benih padi, kacang panjang dan mentimun serta pupuk. Sementara keuntungannya yang mencapai Rp3 Juta akan dimasukan ke Kas OSIS untuk infaq bagi siswa yang kurang mampu.

“Iya, Alhamdulillah tadi panen sesuai target, langsung kami jual. Ada yang dibeli guru, juga orang tua siswa yang punya rumah makan. Kita jual mentimun tadi Rp6 ribu per kilogram”. Jelas Naufal saat dihubungi setelah panen.

Kepala Sekolah SMAN I Campaka Nur Aisyah Jamil menjelaskan panen ini merupakan bagian dari pembelajaran biologi dan tata boga. Menurut dia, Ekstrakurikuler Pertanian pun termasuk dalam pembelajaran tersebut sehingga siswa bukan saja mengikuti panen raya tetapi terlibat langsung dalam setiap perkembangan tanaman, mulai dari menanam, merawat, semua dilakukan oleh siswa.

“Mereka dipandu oleh dua orang pembimbing, satu dari guru, satu orang petani wilayah ini yang faham kondisi tanah dan lingkungan sekitar. Mereka secara bersama-sama langsung terjun ke sawah dan ladang”. Terang Nur menjelaskan.

Rencananya, pihak sekolah akan segera memperluas lahan pertanian tersebut dari penjualan hasil panen. Tambahan lahan itu akan digunakan untuk membangun ‘Saung Literasi’ dan ‘Leuit’ (Lumbung Padi)

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang turut hadir dan ikut memanen mentimun di sekolah tersebut mengapresiasi pihak sekolah dan OSIS. Menurut Dedi, program ini sebenarnya adalah implementasi nyata dari konsep Pendidikan Berkarakter yang  sudah lama ia terapkan di Purwakarta.

“Siswa jadi sibuk oleh hal produktif semacam ini. Mereka pun mendapat keuntungan dari hasil pertanian, sehari-hari berfikir dan bekerja bagaimana hasil panennya bisa baik bukan main Handphone dan keluyuran bawa motor”. Beber Dedi mengakhiri statementnya. (amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.