Sidang Paripurna Terunik Purwakarta di Hari Jadi Ke-48

dangiangkisunda.com – Bukan formalistik atau juga berada di gedung, tapi Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka hari jadi Kabupaten Purwakarta ke 48, bisa jadi yang pertama di Purwakarta dengan konsep yang berbeda, bisa jadi pertama kali rapat paripurna dengan konsep terbuka dan disaksikan langsung oleh masyarakat, itulah suasana Rapat Paripurna Istimewa yang diselenggarakan di Taman Pesanggrahan Padjadjaran atau alun – alun Purwakarta. Rabu (20/7).

Di mulai jam 19.30 wib, suasana berbeda ketika acara pembukaan, bahkan rapat tersebut bisa dikatakan unik selain para anggota dewan duduk di atas panggung diatas air, juga diisi dengan suasana teatrikal dan tarian.

 Sidang Paripurna Terunik Purwakarta di Hari Jadi Ke-48

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi dalam konfrensi Pressnya, menuturkan bahwa
Konsep ini sengaja dibuat agar kesan kaku yang selalu dihadirkan dalam rapat istimewa kebanyakannya, tidak ada.

“Bisa jadi baru pertama kali di Indonesia dibuat seperti ini. Kita sengaja agar para pemimpin itu tidak terlihat kaku, terlalu formal dan itu hanya bisa membuat jarak dengan masyarakat.”, tutur Bupati yang terbiasa disapa kang Dedi ini.

 Sidang Paripurna Terunik Purwakarta di Hari Jadi Ke-48

Selain itu, yang menarik perhatian bagaimana masyarakat bisa melihat langsung rapat tersebut.

“Agar  tidak ada jarak dengan masyarakat, rapat paripurna itu jangan dikesankan ekslusif tapi masyarakat harus hadir dan berbaur.”, tutur Dedi.

Bahkan salah satu pengisi acara, penyanyi Fatin Sidqia Lubis, mengungkapkan bahwa dirinya baru pertama kali merasakan hal seperti ini, bahkan mengapresiasi apa yang dilakukan di Purwakarta.

 Sidang Paripurna Terunik Purwakarta di Hari Jadi Ke-48

“Rame banget, luar biasa lingkungannya nyaman, bahkan tadi tidak ada sama sekali kesan formalnya, karena semangat sampai sepatu pun dibuka dan bener – bener sangat unik.”, ungkapnya.

Sedangkan menurut Ketua DPR RI Ade Komarudin (Adkom) dalam  pidatonya, ia mengaku bangga jadi warga Purwakarta bahkan menurutnya sering dia ucapkan diberbagai kesempatannya “Saya selalu sampaikan diberbagai tempat, saya tidak akan meninggalkan desa saya dan saya bangga dengan desa saya dan bangga lahir di Purwakarta apalagi hari ini,” ujarnya.

Menurutnya perubahan banyak terjadi di Purwakarta. Dari Jalanan kota hingga desa banyak yang rusak dan hari ini sangatlah berbeda. Bahkan dirinya menantang orang luar purwakarta untuk mencari jalan yang rusak selain itu dirinya juga meminta agar daerah lain perlu mencontoh Purwakarta.

 Sidang Paripurna Terunik Purwakarta di Hari Jadi Ke-48

“Dulu jalan pematang sawah dan jalan masih bebatuan, jelek sekali. Tapi sekarang banyak berubah, listrik masuk sampai pelosok, jalan licin hampir di seluruh pelosok. Jadi, untuk kabupaten dan kota di Jawa Barat (Jabar), contohlah Purwakarta bila perlu cari jalan rusak disini,” ujar Ade.

Acara sendiri berjalan dengan meriah, selain penampilan memukai dari fatin, Charly setia band pun menunjukan perfomancenya ditambah suara khas Budi Cilok, selain itu teatrikal tentang siliwangi pun menghibur dalam gelaran tersebut.

Dalam acara tersebut turut dihadiri juga oleh Walikota Bogor Bima Arya, Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana serta Bupati Subang Imas Aryumningsih. (amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.