image

dangiangkisunda.com – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta melakukan merger 54 Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berada diarea komplek-komplek. Pasalnya, SD yang berada dikomplek tersebut dinilai kurang sehat dalam menciptakan iklim belajar mengajar.

Sekretaris Disdikpora, H Purwanto, M.Pd, menuturkan, saat ini Purwakarta memiliki 427 sekolah negeri. Sementara, sekolah yang dimerger sebanyak 54 sekolah dasar yang banyak dikomplek.

“Dilakukannya merger guna menciptakan iklim belajar mengajar yang semakin baik,” ungkap Purwanto, di ruang kerjanya, kamis (3/3/16).

Pria lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini menjelaskan,  dilakukannya merger bagi sekolah di komplek dikarnakan dari hasil penelitian para ahli, sekolah SD yang banyak dikomplek itu ternyata membuat budaya sekolah tidak sehat.

“Budaya sekolah mejadi jelek, disitu ada persaingan jadi tidak bagus,” ujarnya.

Misalnya, sambung Purwanto, jika tidak dilakukan merger dalam sekolah yang satu komplek, hal tersebut akan muncul persaingan setiap tahunnya pada saat penerimaan siswa baru. Sehingga sekolah tersebut, ada yang sekolahnya kebagian siswa dan ada yang tidak kebagian.

“Adanya persaingan ini kan tidak baik, apalagi dalam pemeliharaan sekolah saling mengandalkan,” katanya.

Ia menilai bukan hanya dari persaingan semata, dengan dilakukan merger 54 sekolah, Disdikpora bisa lebih efisiensi anggaran yang ada. Misalnya, dari 427 sekolah bisa lebih irit anggaran karena 54 sekolah sudah dilakukan merger. “Coba bayangkan misalnya jika 54 sekolah yang dimerger, kita sudah hemat perbulannya Rp. 54 juta, dari tunjangan kepala sekolah sebesar Rp. 1 juta,” jelasnya.

Selain itu, tambahnya, jika diasumsikan disekolah adanya kebocoran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sebesar 5-10 persen. Lalu dalam satu komplek ada 7 sekolah, coba jika 10 persen saja yang bocor, 70 persen anggaran tersebut hilang.

“Maka dengan dimerger, kita juga bisa menghemat anggaran sebanyak 70 persen, setiap tahunnya,” pungkas Purwanto mengakhiri pembicaraannya.(Amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.