“Riak Sajak” tutup Peringatan Hardiknas di Purwakarta

dangiangkisunda.com – Setelah para Pelajar Purwakarta secara serentak membersihkan lingkungan sekitar sekolah, sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional. Malam tadi Senin (2/5) Momentum yang juga merupakan Hari Lahir Tokoh Pendidikan Taman Siswa Ki Hajar Dewantara ini ditutup dengan Malam Apresiasi Seni Puisi “Riak Sajak” yang dihelat di Bale Citra Resmi Purwakarta.

“Riak Sajak” sendiri merupakan kumpulan puisi yang terdiri dari 113 puisi karya 70 orang warga Purwakarta yang telah melalui seleksi ketat untuk dibukukan. Warga dengan berbagai latar belakang mulai dari warga biasa, pegawai negeri sipil, praktisi pendidikan, mahasiswa bahkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pun turut menulis puisi dalam buku tersebut dengan judul “Kidung”.

“Riak Sajak” tutup Peringatan Hardiknas di Purwakarta

Ketua Sanggar Sastra Purwakarta Rudi Ramdani selaku penanggung jawab acara ini saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Kegiatan ini selain dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, juga diperuntukan sebagai ajang apresiasi terhadap pelaku sastra di Purwakarta. Dalam kesempatan ini dia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang telah mendukung penuh langkah komunitasnya mengabadikan puisi buah karya warga Purwakarta dalam sebuah buku “Riak Sajak; Antologi Puisi Warga Purwakarta. “Pemkab sangat luar biasa mensupport kami. Semoga melalui Puisi dapat lahir karakter-karakter yang berwatak kebudayaan”. Kata Rudi

Senada dengan Rudi, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang pada kesempatan tersebut turut hadir untuk membuka acara mengatakan bahwa Sastra merupakan bagian dari pembentukan nalar dan sensitifitas manusia. Bupati yang selalu tampil nyentrik dengan pakaian khas Sunda ini pun menekankan pentingnya Sekolah sebagai tempat yang harus mendukung nilai sensitifitas itu tumbuh di kalangan pelajar. Sebab menurut dia kesuksesan sebuah sistem pembelajaran tidak dapat diukur melalui nilai semata tetapi pengalaman sangat menentukan tingkat kesuksesan. “Sekolah tidak boleh lagi berorientasi akademik tetapi harus berorientasi sensitifitas pengalaman hidup”. Kata Dedi dalam Sambutannya.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Rasmita yang  juga hadir di lokasi acara mengatakan bahwa Hari Pendidikan Nasional harus dijadikan momentum untuk mewujudkan pendidikan berkarakter secara menyeluruh di seluruh Kabupaten Purwakarta. Menurut dia “Riak Sajak ; Antologi Puisi Warga Purwakarta” ini hanya satu langkah untuk mewujudkan orientasi pendidikan yang terus diaplikasikan oleh Bupati Purwakarta ini. “Hardiknas ini momentum untuk berkreatifitas. Kemarin siswa melukis tembok Dinas Pendidikan, Hari ini membersihkan lingkungan sekitar sekolah dan donor darah. Sudah pas lah karakter pelajar akan terbentuk disini”. Pungkas Rasmita
“Riak Sajak” Menutup Rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Purwakarta.(amh/bon)

Leave a Reply

Your email address will not be published.