20160321_131956

dangiangkisunfa.com – Rendi Kurniasandi (13), bocah asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini bisa berseri-seri. Setelah satu minggu tertatih-tatih dirinya di Purwakarta mencari jalan hidup, kini ia mulai bisa menghirup angin segar.

Alkisah, Rendi bocah kecil asal Desa Gardu Jaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis. Diajak seorang temannya untuk merantau ke Jakarta mencari pekerjaan. Perjalanan Rendi dan sahabatnya itu dimulai dari Ciamis menuju Jakarta dengan mengompreng mobil truk besar agar bisa sampai di Jakarta.

Ternyata sebelum dirinya tiba di Jakarta, ia berhenti sejenak di Purwakarta untuk istirahat sebelum dirinya melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Karena tak memiliki uang untuk mencari tempat peristirahatan, akhirnya Rendi si bocah malang itu singgah di masjid Baing Yusuf Purwakarta sebagai tempat untuk meluruskan kakinya.

Setibanya Rendi di Masjid Agung Purwakarta itu. Rendi dan sahabatnya memilih untuk istirahat satu malam, guna memulihkan tenaganya untuk  mempersiapkan perjalanan ke Jakarta.

Setelah Rendi dengan tenang menumpang tidur di Masjid, menjelang sholat subuh Rendi cukup kaget. Karena  Rendi ditinggalkan sahabatnnya, Rendi pun mulai kebingungan karena sahabat yang baru dia kenal diperjalanan telah  meninggalkannya, yang katanya akan mengajaknya ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.

Rendi pun semakin bingung bukan  kepalang, karena memikirkan bagaimana dia bisa bertahan hidup di kampung orang sedangkan ia tak punya sanak saudara. Dia melamun termenung sendirian tak karuan.

Lamunan Rendi disubuh itu membuat bocah yang tak memiliki keluarga ini akhirnya pecah meneteskan air mata. Akhirnya dengan modal sedikit keberanian Rendi mencoba mendatangi para pemuda yang bekerja sebagai juru parkir di depan Masjid Agung Purwakarta.

Dengan mencoba menghilangkan rasa gelisahnya, Bocah yatim piatu itu menceritakan perjalanannya dari Ciamis ke Purwakarta dihadapan anak muda yang bekerja sebagai juru parkir.

Karena memang merasa iba dengan kisah Rendi, akhirnya para pemuda tersebut mengajak Rendi untuk membantu bekerja menjadi juru parkir. Seminggu lamanya Rendi bekerja menjadi juru parkir, tak punya tempat tinggal Rendi pun memilih menumpang di Masjid Agung sebagai tempat tidurnya.

Setelah satu minggu dia singgah di Masjid Agung, akhirnya Rendi bertemu seseorang yang ingin menolong bocah malang itu. Tak banyak berpikir, orang tersebut mencoba membawa Rendi bertemu dengan orang nomor satu di Purwakarta.

Senin (22/3/16) sore menjadi hari yang membahagiakan bagi Rendi. Dirinya diajak bertemu Bupati Purwakarta, Jawa Barat, H Dedi Mulyadi. Agar bisa dibantu karena ia tertatih-tatih di Purwakarta sudah sampai satu minggu lamanya.

Pertemuan Rendi dengan Kang Dedi Mulyadi, sapaan akrab Bupati Purwakarta itu sungguh mengharukan. Dihadapan Kang Dedi, bocah malang itu bercerita kemalangan dirinya di Purwakarta.

Rendi menceritakan, sebetulnya ia tak memiliki niat untuk ke Purwakarta. Datangnya dia ke Purwakarta hanya sekedar istirahat, karena dia mempunyai tujuan untuk melanjutkan ke Jakarta. Kota tujuannya untuk mecari kerja di sanah. Kian malang nasibnya, ia ditinggalkan sahabatnya di Purwakarta sehingga ia tak tahu arah pulang.

Ingin kembali ke Ciamis pun ia tak memiliki ongkos dan yang lebih mengharukan, Rendi yang tak memiliki kedua orang tua, dia tak diakui oleh kaka-kaka tercintanya.

“Saya enggak punya orang tua pak, kaka saya pun mengusir saya dari rumah. Saya putuskan untuk ke Jakarta saja mencari kerja,” ungkap Rendi, menceritakan perjalanan hidupnya didepan Kang Dedi Mulyadi dan dihadapan wartawan.

Mendengar kisah kemalangan Rendi, Kang Dedi Mulyadi, hampir meneteskan air matanya. Tak banyak berpikir lagi walaupun Rendi  bocah Asal Kabupaten Ciamis. Tapi dirinya dengan tulus ingin menolong Rendi, perbincangan Rendi dan Kang Dedi memang agak cukup lama.

Karena Kang Dedi, tak ingin salah langkah mengambil keputusan untuk membantu Rendi bocah asal Ciamis. Pasalnya, Kang Dedi pun tak mengetahui asal muasal kehidupan Rendi. Apakah dia memang betul-betul anak yang mencari arah kehidupan ataukah hanya pura-pura saja.

Sebelum meyakinkan keputusannya ingin membantu Rendi. Kang Dedi memerintahkan staf-stafnya untuk mencari nomor kontak Kepala Desa (Kades) Gardu Jaya, Desa yang diceritakan Rendi tempat ia tinggal, setelah mendapatkan kontak Kades Garu Jaya, Kang Dedi pun langsung mencari informasi tentang Rendi dan meminta izin kepada Kades agar memperbolehkan Rendi bekerja di Pemkab Purwakarta menjadi jasa kebersihan.

Setelah selesai menelpon Kades Gardu Jaya, Kang Dedi memutuskan bahwa Rendi akan dipekerjakan menjadi jasa kebersihan di Pemkab Purwakarta dan Rendi bisa melanjutkan sekolahnya.

“Saya ajak ke rumah dan sedikit berbincang, rupanya Rendi tidak mau pulang ke Desannya karena ibu dan bapak nya sudah meninggal, maka saya telpon Kades tempat Rendi tinggal untuk memohon izin Rendi sekolah di Purwakarta,” ujar Kang Dedi Mulyadi, dihadapan wartawan.

Akhirnya dari niat awalnya ingin mengadukan nasib ke Ibu Kota Jakarta. Berujung di Purwakarta Kota kecil di Jawa Barat yang istimewa, Rendi pun bisa bekerja di Pemkab Purwakarta dan melanjutkan sekolah di SMPN 3 Purwakarta.(Amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.