dangiangkisunda.com – Gema tahlil, tahmid dan takbir dilanjutkan dengan shalawat nabi dibacakan oleh masyarakat Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta. Mereka tampak khusyuk mendoakan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Aula Desa Darangdan yang terletak tepat di pinggir jalan raya Purwakarta – Padalarang pun tampak sesak dipenuhi oleh sekitar 1.700 warga pada Jum’at (17/11) selepas Shalat Jum’at.

Harapan pun terpanjat dari salah satu warga yang mengikuti kegiatan tersebut, Roni Kurniawan (27) mengatakan dirinya merasa kecewa atas sikap DPP Partai Golkar yang tidak mendukung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat untuk menjadi Gubernur Jawa Barat.

“Saya kecewa dan prihatin atas sikap Partai Golkar. Kami di Purwakarta merasakan betul pembangunan yang sudah dilakukan oleh Kang Dedi, jalan mulus sampai ke pelosok, sekolah sudah gratis, berobat tidak perlu bayar. Beliau pantas naik kelas menjadi Gubernur Jawa Barat,” katanya.

Koordinator kegiatan, Hasan Basri mengatakan pihaknya hanya memfasilitasi keinginan warga sekitar yang ingin mendo’akan Bupati Purwakarta. Setelah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat, akhirnya diputuskan hari ini digelar do’a bersama.

“Tujuannya mendo’akan Kang Dedi, beliau ada dalam posisi terdzalimi, sudah bekerja untuk masyarakat dan partai tapi kinerjanya sama sekali tidak diakui partai. Sementara kami sangat menghargai itu. Tadinya secara spontan warga biasanya berdo’a di majelis taklim, hari ini Alhamdulillah bisa berkumpul,” ujarnya.

Panitia kegiatan juga sudah mengundang Bupati Purwakarta untuk turut hadir. Namun, karena Bupati harus menghadiri kegiatan Musyawarah Nasional KAHMI di Medan, kehadirannya digantikan oleh sang istri, Anne Ratna Mustika.

Dalam sambutannya, Anne menceritakan perjuangan aktivisme Dedi Mulyadi sejak menjadi Mahasiswa sampai menjadi Politisi Partai Golkar. Keaktifannya tersebut mengantarkan dirinya menjabat sebagai Anggota DPRD Purwakarta, Wakil Bupati dan Bupati Purwakarta dua periode.

“Beliau itu sejak Mahasiswa aktif sekali, ya pelayan publik ya seniman bahkan mendesain pembangunan Purwakarta. Hasilnya bisa bapak dan ibu lihat hari ini, Purwakarta bagus tidak?”, tanya Anne yang serempak dijawab ‘bagus’ oleh seluruh jamaah.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.