Kang Dedi punya cara sendiri memotivasi siswa SD

Kang Dedi punya cara sendiri memotivasi siswa SD

DangiangKiSunda.Com – Lenggak-lenggok para pelajar purwakarta dalam peragaan seragam sekolah busana daerah lengkap dengan tas sekolah buatan sendiri, menjadi tanda bangkitnya kabupaten ini sebagai kabupaten inovatif di Indonesia.

Pemkab Purwakarta menargetkan waktu 3 tahun ke depan untuk mewujudkan kabupaten inovatif ini. Langkah awalnya merombak kebiasaan anak-anak di sekolah, mulai dari masuk kelas pukul 06.00 wib, penggunaan tas sekolah buatan sendiri hingga keharusan siswa memiliki hewan ternak dan kebun rumah untuk bekal mereka kelak.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menyebut, saat ini keterpurukan Indonesia dari berbagai bidang, baik nilai rupiah yang terus turun, ini disebabkan konsumsi rakyat indonesia terhadap barang impor cukup tinggi. Untuk itu, perlu  merubah sikap mulai dari pelajar agar sedini mungkin memiliki kreatifitas, produktif dalam berbagai hal.

“Selama ini kita hanya jadi bangsa pemakai produknya orang lain. Impor beras, impor daging dan sejenisnya. Ini yang menyebabkan Indonesia ke depan bangrut. Saatnya kita tumbuh menjadi bangsa yang kreatif, dimulai anak-anak pakai tas sendiri, makan masakan sendiri dan sejenisnya,” tegas Dedi.

Tak hanya bagi pelajar, Dedi pun meminta orangtua siswa, hingga ibu-ibu pejabat pemkab untuk memberikan contoh dalam upaya membangun kreatifitas rakyat. Salah satunya penggunaan tas buatan sendiri.

“Jadi nanti para pegawai pemkab gunakan tas buatan sendiri. Ibu-ibunya juga jangan hobi belanja terus, hobi beli tas-tas bermerk. Nanti tidak boleh,” tambah Dedi.

Dedi sudah menyiapkan strategi untuk menggolkan kabupaten ini sebagai kabupaten inovatif termasuk melakukan revolusi budaya. Ke depan, berbagai olimpiade yang memamerkan produk buatan sendiri akan digelar di kabupaten kedua terkecil di Jawa Barat ini.

“Saya sudah siapkan 30 juta rupiah untuk hadiah peragaan busana.  Dan Desember nanti akan ada olimpiade fashion tas buatan sendiri. Termasuk nanti akan ada olimpiade ternak, olimpiade home industri kreatif dan  lainnya,” ujar Bupati Dedi.

Terkecuali itu, menurut Bupati yang kaya inovatif ini, bagi mereka yang menjadi juara di setiap olimpiade, berhak dan berkesempatan berangkat ke Amerika untuk menuntut ilmu membangun keyakinan bersaing dengan mereka (orang amerika) pada jenis kreatifitasnya masing-masing. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.