Program ‘Budak Angon’ Sejalan dengan Ajaran Presiden Sukarno

dangiangkisunda.com – Peraturan Bupati Purwakarta No 70A tentang Desa Berbudaya telah diluncurkan sejak Tahun 2015 lalu. Peraturan yang secara massif telah disosialisasikan ke seluruh wilayah di Kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini, kini diklaim sebagai pengamalan ajaran Marhaenisme warisan Proklamator Indonesia Bung Karno karena memuat peraturan tentang keharusan bagi pelajar untuk memiliki hewan ternak sendiri. Hal ini sejalan dengan pemikiran Marhaenis yang mengharuskan setiap anggota masyarakat agar menguasai alat produksi untuk kelangsungan hidup tanpa bergantung kepada pihak lain.

Istilah Marhaenisme sendiri pertama kali muncul dari Bung Karno karena terinspirasi oleh seorang petani asal Bandung Selatan bernama Marhaen. “Kalau program ‘Budak Angon’ dalam Perbup yang kami susun tahun lalu itu dianggap sebagai kelanjutan dari ajaran Marhaenisme ala Bung Karno ya silakan saja. Tujuan kami memang pelajar dapat menguasai sumber daya yang mereka miliki baik hari ini maupun kelak di masa depan”. Kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi selaku pencetus Perbup Desa Berbudaya hari ini Selasa (26/7) di rumah dinasnya Jl Gandanegara No 25.

Program ‘Budak Angon’ Sejalan dengan Ajaran Presiden Sukarno

Dengan cara menekuni bidang peternakan, ‘Budak Angon’ akan terbiasa mencari rumput untuk makanan ternaknya sehingga berimplikasi positif terhadap perkembangbiakan hewan ternak yang mereka urus. Menurut Bupati yang ketika kanak-kanak menggembala kambing milik tetangganya ini proses pembelajaran seperti ini sangat penting agar generasi muda terlatih mengolah sumber-sumber ekonomi sehingga dapat melahirkan nilai tambah bagi diri dan keluarganya”. Ujar Dedi menambahkan.

Program ‘Budak Angon’ Sejalan dengan Ajaran Presiden Sukarno

Hingga saat ini, Ratusan pelajar tingkat SMP dan SMA di pedesaan telah memiliki hewan ternak sendiri. Bahkan program ‘Budak Angon’ dimasukan ke dalam pelajaran tambahan di sekolah-sekolah. “Kebanyakan pelajar sudah punya hewan ternak sekarang. Contohnya tidak usah jauh-jauh, Anak bungsu saya pun memelihara hewan ternaknya sendiri”. Pungkas Dedi. (amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.