Lebih Mengenal Kang Dedi Mulyadi

‎Muda cerdas, energik, mempunyai visi dalam memimpin daerah yang ia pimpin. Dia adalah Dedi Mulyadi tokoh muda yang sepanjang masa karirnya tampil cemerlang. Kang Dedi Mulyadi

Kang Dedi Mulyadi sapaan akrab Dedi Mulyadi itu selalu tampil maksimal bahkan saat dirinya masih duduk di bangku kelas dasar. Masa kecilnya penuh dengan perjuangan. Dirinya menempuh masa Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas di kota kelahirannya Subang. Secara berurutan Kang Dedi bersekolah di SD Subakti 1984, SMP Kalijati 1987 dan SMA Negeri Purwadadi 1990. Di tahun-tahun sebelumnya saat beliau duduk di bangku SMP bahkan harus menempuh jarak puluhan kilometer agar bisa bersekolah, namun sejauh perjalanan itu bukanlah rintangan baginya. Letak sekolah yang jauh membuatnya harus berfikir untuk memiliki kendaraan ia pun harus menabung untuk mendapatkan keinginannya. Jika menabung adalah ibadah maka lakukanlah setiap hari agar lebih dekat dengan yang diharapkan baik dunia maupun akhirat kelak.

Masa kecil yang aktif baginya adalah anugrah yang harus disyukuri dalam hidup, dalam beberapa kesempatan bahkan ia tampil briliant membawakan pidato, berdakwah dan membaca puisi. Bakatnya dalam menguasai komunikasi masa sudah terasah betul sedari kecil, tak jarang ia sering mendapat juara di bidang tersebut. Seorang tokoh psikologi Indonesia, Suganda Pubakawatja (1962) menyebut bakat adalah benih dari suatu sifat yang baru akan nampak nyata jika mendapat kesempatan atau kemungkinan untuk berkembang. Masa putih-abu, duduk di bangku SMA ia bahkan menyambi sebagai juru foto seni lain yang ia kuasai, menjual layang-layang bahkan menjadi penarik ojek. Baginya perjuangan itu merupakan proses hidup untuk lebih baik di mata sang maha kuasa dan makhluk-Nya.

Tahun-tahun berikutnya saat Kang Dedi berhijrah ke Purwakarta untuk melanjutkan studinya ke jenjang strata satu di STH Purnawarman. Semasa kuliah tahun 1994 Kang Dedi pernah duduk sebagai Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta, begitupun di organisasi internal kampus ia aktif di Senat Mahasiswa STH Purnawarman. Di masa selanjutnya kemampuan dalam berorganisasi berlanjut saatu menduduki jabatan Wakil Ketua DPC FSPS 1997, Sekretaris PP SPTSK KSPSI 1998, Wakil Ketua GM FKPPI 2002, Ketua PC Pemuda Muslimin Indonesia 2002, Sekretaris KAHMI Purwakarta 2002, Ketua Kwartis Cabang Gerakan Pramuka Purwakarta 2005-2015, Wakil Bupati Purwakarta 2003-2008, Ketua Partai Golkar Purwakarta di tahun 2004-2007, dan masih banyak lagi karir yang mungkin tidak tersebutkan.

Di usianya yang ke 28 tahun karirnya organisasinya semakin kentara saat ia duduk menjadi anggota DPRD Purwakarta pada 1999-2004 ia bahkan menjabat Ketua Komisi E. Kecerdasannya tidak diragukan lagi setahun sebelum dirinya selesai menjabat Ketua Komisi E, ia dipinang maju di Pilkada Purwakarta sebagai wakil bupati mendampingi Lili Hambali Hasan. Kepandaiannya berkomunikasi dengan masa menjadi alasan kuat karir politiknya semakin teruji. Di periode Pilkada selanjutnya ia mampu tampil menjadi pemenang Pilkada 2008 dengan dua kendaraan politik yaitu Golkar dan PKS dengan meraih 154.755 suara atau sekitar 38,37 persen. Sementara Lili Hambali Hasan meraih 111.616 suara atau sekitar 27,67 persen.(sumber: Kompas.Com)
Kang Dedi Mulyadi

Dan saat itu ia bahkan menjadi bupati paling pertama yang proses pemilihannya dipilih langsung oleh rakyat. Berbeda dengan tahun sebelumnya dimana Pilkada merupakan proses politik yang lebih privat karena hanya kalangan politisi yang duduk di dewan saja yang memilih. Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Periode selanjutnya seperti mengulas sebelumnya dimana ia lebih dikenal oleh rakyatnya bahkan oleh rakyat yang berada di kampung perbatasan sana. Ia terpilih kembali menjadi Bupati Purwakarta untuk masa 2013-2018 denga wakilnya Dadan Koswara.

Pria kelahiran Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang di tanggal 11 April 1971 ini adalah anak termuda dari sembilan saudara dari pasangan keluarga Sahlin Ahmad Suryana dan Karsiti. Darah juah Kang Dedi memang bukan begitusaja terasah ia memiliki klan pejuang dari ayahnya yang juga Tentara Prajurit Kader. Sementara sang Ibu adalah aktivis Palang Merah Indonesia. Kang Dedi sendiri menikah dengan Anne Ratna Mustika yang kini namanya lebih panjang karena ditambahi akhiran Mulyadi di nama Istrinya. Dua putra yang bernama Maulana Akbar Ahmad Habibie dan Yudisitira Manunggaling Rahmaning Hurip.

(seluruh sumber refernsi isi konten ini dikutip dari Wikipedia.Org, Kompas.Com dan sumber lain yang relevan).