dangiangkisunda.com – Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Muradi angkat bicara terkait isu DPP Partai sudah memutuskan untuk mencalonkan Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Anggota DPR RI Daniel Muttaqien dalam satu paket pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Jawa Barat.

Ia mengatakan Golkar harus melakukan pertimbangan yang komprehensif dalam melakukan ‘positioning’ politik di Jawa Barat. Pasalnya, sejak Tahun 1998, menurut dia tidak ada kader Golkar yang dibicarakan secara massif oleh publik Jawa Barat selain Ketua DPD-nya saat ini yaitu Dedi Mulyadi.

“Kalau kemudian dia (Dedi Mulyadi-red) tidak diusung, ini kesalahan besar secara politik bagi Golkar. Saya berharap orang seperti Dedi Mulyadi diusung oleh Golkar. Harapan yang sama saya sematkan kepada PDIP agar mengusung kader sendiri, ada Puti Guntur Sukarno Putri dan Abdy Yuhana. Mereka ini kader terbaik yang lahir dari partai politik,” ujar Muradi saat dihubungi Kamis (26/10).

Ketua Pusat Kajian Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran ini pun menengarai akan terjadi eskalasi negatif di level kader jika Dedi Mulyadi urung diusung oleh Partai Golkar. Pasalnya, hanya Dedi Mulyadi lah yang mendapat restu dari para Ketua DPD Kabupaten/Kota di Jawa Barat untuk maju sebagai calon Gubernur.

Eskalasi ini menurut dia akan berlanjut pada Pemilu 2019 mendatang karena Golkar akan kehilangan kepercayaan dari pengurus dan kader di bawah kepada jajaran elitnya. Padahal, elektabilitas Partai Golkar dibawah kepemimpinan Dedi Mulyadi di Jawa Barat sedang moncer.

“Ini akan berdampak pada Pemilu 2019 nanti sebab elit Golkar di DPP telah melakukan demoralisasi kadernya di Jawa Barat. Semua orang mengetahui bahwa kerja politik Dedi Mulyadi untuk Golkar itu sangat bagus, elektabilitas partai ini naik dari waktu ke waktu,” tegasnya.

Kerja politik untuk partainya inilah menurut Muradi, turut mempengaruhi elektabilitas Dedi Mulyadi secara personal. Dalam berbagai rilis lembaga survei, Bupati Purwakarta tersebut selalu ditempatkan pada posisi tiga besar.

“Akan berbeda kalau Dedi Mulyadi ada di posisi 10 atau 20. Ini posisi 3 loh. Berbagai lembaga survei kan telah merilis, maka saya kira sangat rasional kalau Golkar mengusungnya,” ujarnya.

Gonjang-ganjing politik di internal Partai Golkar inilah menurut Muradi akan dimanfaatkan oleh PDIP untuk mengusung Dedi Mulyadi sebagai calon Gubernur Jawa Barat. Simpul massa yang telah dibangun oleh Dedi akan dimanfaatkan betul oleh PDIP dalam pemenangan Pilgub Jawa Barat. Ditambah, Ideologi Partai Golkar yang tidak begitu ketat memungkinkan basis kader Golkar tetap solid mendukung Dedi Mulyadi.

“Kalau begini, saya pikir PDIP akan sangat mempertimbangkan Dedi Mulyadi. Kader Golkar Jawa Barat saya kira juga akan ke Dedi Mulyadi, karena orientasi Golkar itu bukan ideologi, lebih ke kepemimpinan personal,” pungkasnya.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.