Bupati Dedi Mulyadi menerima Investment Award (Radar Karawang/JPNN)

Bupati Dedi Mulyadi menerima Investment Award (Radar Karawang/JPNN)

DangiangKiSunda.Com – Pemkab Purwakarta beberapa kali mendapatkan penghargaan atas pelayanan di bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu. Inovasi tersebut mampu mengerek investasi di Kota Simping itu.

Bagi investor dalam negeri dan asing, Purwakarta dikenal ramah investasi. Salah satu faktornya adalah kemudahan perizinan yang diberikan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Ujung tombak inovasi di bidang investasi tersebut adalah Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP).

Dedi menggunakan logika sederhana. Menurut dia, kalau perizinan dimudahkan, investasi akan datang dengan sendirinya. Kalau investasi meningkat, industri di Purwakarta juga menggeliat. ”Dampaknya, tentu saja lapangan kerja akan bertambah berlipat-lipat,” kata Dedi kepada Radar Karawang (Jawa Pos Group).

Purwakarta memang diuntungkan dengan wilayahnya yang tak begitu jauh dari Jakarta. Hanya sekitar 90 km atau bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Namun, itu bukan faktor terbesar. Dedi membangun kawasan industri di lima kecamatan, yakni Cibatu, Campaka, Bungursari, Babakan Cikao, dan Jatiluhur.

Purwakarta menyediakan kawasan industri seluas 2.000 hektare. Masing-masing 1.000 hektare di Bungursari dan Babakan Cikao. Selain itu, masih ada ribuan hektare yang disediakan untuk kawasan industri. Baru 25 persen yang dimanfaatkan. Sisanya masih menunggu investor masuk.

”Rencana tata ruang wilayah (RTRW) sudah dibuatkan. Nanti industri bergeser ke daerah Kecamatan Sukatani, Plered, dan Tegalwaru. Tiga kecamatan itu merupakan daerah kering yang akan diperuntukkan sebagai industri,” kata pria kelahiran 11 April 1971 tersebut.

Untuk mengurus perizinan di Purwakarta, informasinya sangat jelas dan transparan di http://bpmptsp.purwakartakab.go.id. Di website itu sudah tercantum jenis-jenis perizinan, persyaratan, biaya, dan waktu proses perizinan. Misalnya, izin mendirikan bangunan (IMB) dijamin selesai maksimal 12 hari kerja dengan biaya yang sudah pasti juga. Masyarakat bisa melakukan tracking untuk melihat sudah sampai di mana pengajuan izinnya. Ketika izin keluar, langsung tercantum di website yang selalu di-update secara real time. Formulir perizinan juga bisa diunduh dari websitetersebut.

Dedi menjelaskan, untuk menunjang kinerja pegawai dalam meningkatkan pelayanan dalam bidang perizinan, dibutuhkan fasilitas yang baik, sumber daya manusia, sistem untuk mengatur tata kelola, dan pengembangan teknologi informasi yang mesti ditingkatkan serta kecepatan dan tepat waktu.

”BPMPTSP memiliki otoritas memberikan izin. Walaupun pada akhirnya saya yang menandatangani. Prinsip saya, kapan pun, jam berapa pun, dan di mana pun pasti saya tanda tangani,” tegas Dedi. Karena itu, dia menjanjikan layanan perizinan yang mudah, pasti, transparan, dan bebas calo.

Hingga saat ini sudah ada 142 investor penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke Purwakarta. Mereka antara lain berasal dari Inggris, Austria, Belanda, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, India, Thailand, Tiongkok, Brunei Darussalam, dan Singapura. Bidang industrinya meliputi garmen, pertanian, transportasi, dan sebagainya. ”Mayoritas yang masuk PMA dengan rata-rata investasi Rp 20 triliun,” kata Dedi.

Sumber: Jawapos.com, 09/02/2015

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.