dangiangkisunda.com – Peneliti bidang politik Jaringan Kerja Sama Nusantara (Jarkanus) Andi Khairul Dzikri memberikan saran agar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam kontestasi pemilihan Gubernur 2018 mendatang. 

Saran ini didasarkan atas kajian internal yang sudah dilakukan oleh organisasi ini beberapa waktu yang lalu. Peristiwa terbaru, yakni hadirnya Puti Guntur Soekarno Putri di Purwakarta pada Jum’at (4/8) semakin menguatkan hasil kajian tersebut. 

“Dedi Mulyadi itu seorang budayawan di Jawa Barat, dia mengerti betul gagasan yang selama ini menjadi dasar pijakan PDIP dalam berpolitik. Bahkan, sebagai kepala daerah, dia mampu menterjemahkan gagasan itu menjadi kebijakan,” jelas Dzikri, Sabtu (5/8) melalui pesan elektronik. 

Program Beras Perelek misalnya, menjadi bukti bahwa gagasan gotong royong yang menjadi platform PDIP mampu diterjemahkan oleh Dedi Mulyadi menjadi kebijakan. Program ini bahkan menjadi tema dalam festival yang turut dihadiri oleh Puti Guntur, kader PDIP sekaligus cucu Proklamator RI. 

“Dari segi culture, Beras Perelek itu tradisi, ruhnya ada dalam Pancasila dan berhasil dibumikan oleh Dedi Mulyadi di Purwakarta. Warga yang mampu, memberikan beras kepada warga yang kurang mampu, keberpihakan pada wong cilik ini kan khas PDIP,” katanya menambahkan. 

Alasan kedua yang menunjukan urgensi PDIP harus mengusung Dedi Mulyadi menurut pria berkacamata itu adalah Program ‘Budak Angon’ yang digagas oleh Dedi semenjak menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta. Menurut dia, program ini menjadi refresentasi konsep Marhaenisme milik Soekarno, kakek Puti, sekaligus Ayahanda Ketua Umum PDIP, Megawati. 

“PDIP harus sadar bahwa Marhaenisme menemukan wujudnya di Purwakarta, saat ‘Budak Angon’ (anak gembala.red) menggembalakan kambing milik orang lain, di Purwakarta pemdanya malah memberikan kambing cuma-cuma, ini kan cara mengubah tukang menjadi tuan, sangat ideologis,” tandasnya. 

Ideologi kuat yang dimiliki oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dinilai belum bisa tertandingi oleh kader internal maupun eksternal yang telah mendaftar dalam proses penjaringan yang dilakukan oleh partai berlambang kepala banteng tersebut. 

Kondisi ini memungkinkan Dedi untuk masuk dalam bursa pencalonan di PDIP Jawa Barat ataupun melalui jalur pusat. Sebab secara track record kebijakan, Dedi Mulyadi layak disebut sebagai anak ideologis dari Bung Karno. 

“Poin plus-nya, Dedi Mulyadi juga aktif dalam politik, dia menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat, komunikasinya bisa lebih lancar, modalnya sudah lengkap, elektabilitas dia juga bagus,” pungkas Dzikri, (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.