image

dangiangkisunda.com – Inilah Kang Dedi Mulyadi, dimana pun kapan pun dirinya selalu mengenakan baju pangsi (baju cirikhas sunda) dan iket kepala (khas sunda Jawa Barat). Diforum regional, nasional bahkan hingga internasional ia selalu percaya diri dengan penampilan tersebut.

Tak pernah minder bahkan tak pernah merasa malu dengan busana yang dia gunakan selama dirinya memimpin menjadi orang nomor satu di Purwakarta. Hebatnya, busana yang dikenakan Bupati Purwakarta itu menjadi trendsetter di Jawa Barat (Jabar).

Berapa tahun silam lamanya, di Jabar memang belum pernah ada sosok pemimpin yang memiliki karakteritik ke-Daerahan. Sehingga hal tersebut berakibat pada identitas sunda yang mulai sirnah ditelan masa.

Mungkinkah telah ditakdirkan, di kota kecil yang tak pernah terkenal namanya lahirlah sosok pemimpin inovatis dengan semangat sunda sebagai identitas Jawa Barat, dia perkenalkan kembali.

Semenjak dirinya memimpin dari wakil Bupati hingga terpilih menjadi Bupati bahkan sekarang menjadi periode terakhirnya, dirinya dengan penuh keyakinan menunjukan identitas Jawa Barat yakni berpegang teguh kepada nilai ke-sundaan. 
Tak lekang oleh waktu awal ia mengenakan pangsi dan iket ia tak lepas dari cemoohan, pasalnya dia adalah seorang pemimpin yang berpakaian aneh dan tak pernah mau menggunakan pakaian khusus dinas kepala daerah. Namun saat ini ia menjadi pusat perhatian masyarkat Jabar hingga Kepala Daerah di Jabar yang berbondong-bondong meniru fashion Bupati Purwakarta Kang Dedi Mulyadi.

Fashion yang dikenakan Kang Dedi semakin mendunia, beberapa bulan lalu pada saat kang Dedi berpidato di forum Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), Amerika Serikat, ia masih tetap mengenakan baju pangsi dan iket. Tak hanya di Amerika, saat ini Kang Dedi tengah menjadi narasumber pada acara ASEAN Enterpreunership Summit 2015 Malaysia, dia masih tetap konsisten mengenakan baju khas identitas masyarakat sunda.

Tentunya dengan dirinya mengenakan fashion yang selalu berbeda dengan yang lainnya. Ditempat manapun dia selalu memunculkan daya tarik yang berbeda. Tak ayal banyak peserta pada saat Kang Dedi selesai berpidato pasti ingin meminta selfie bareng dirinya.

Tak hanya dari fashion Kang Dedi menjadi trend center. Yang lebih istimewanya lagi setiap dirinya menjadi narasumber diberbagai acara, setiap dirinya akan berpidato kalimat awal pembuka pembicara Kang Dedi selalu diawali dengan mengucapkan kalimat salam “Assalamu’alaikum” (salam karakter umat Islam), dan dirinya pun menyambungkan dengan ucapan “Sampurasun” (salam karakter urang sunda). Diforum apapun nasional dan internasional “Sampurasun” melekat dalam kalimat pembuka pidatonya.
Mungkin banyak orang bertanya-tanya, kenapa? “Sampurasun” selalu dia ucapkan diberbagai tempat. Bagi Kang Dedi, dengan mengucapkan “Sampurasun” ia ingin menegaskan bahwa orang sunda berperadaban dalam diplomasi sejak zaman dulu. 
Bagi Kang Dedi, dengan ucapan “Sampurasun” memiliki sebuah nilai ucapan yang penuh kemuliaan.”Sampurasun pun saya sampaikan dalam acara ASEAN Enterpreunership Summit 2015 yang digelar di Malaysia,” ujar Kang Dedi.
Begitupun, pangsi dan ber-iket selalu ia kenakan, menurutnya orang sunda memiliki makna identitas yang sarat dengan falsafah bangsa dan peradaban.

“Berangkat dari kebanggaan sebagai masyarakat yang memiliki keadiluhungan budaya, saya tegaskan sunda bukan sekedar etnis tetapi sebuah filosofi dan ideologi,” papar Kang Dedi Mulyadi, yang kini dikenal sebagai Budayawan Jawa Barat, Indonesia.(Amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.