image

dangiangkisunda.com – Open House sebenarnya merupakan tradisi masyarakat zaman dahulu yang kini berganti istilah baru. Saat masa kerajaan, rakyat biasa menghadap ke rumah Raja saat ada sebuah perayaan baik perayaan tradisi maupun keagamaan. Di Indonesia tradisi ini berlanjut hingga kini bahkan para Presiden yang pernah memimpin Indonesia pun melakukan hal yang sama di kediaman atau pendopo rumah mereka masing-masing.

Keramaian masyarakat yang berbondong-bondong menuju rumah pemimpinnya tidak akan ditemukan di Purwakarta pada Idul Fitri tahun ini. Hari ini Rabu (6/7) Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memilih tidak melakukan “Open House” baik di rumah dinas atau pun di rumah pribadinya. Bupati yang akrab disapa Kang Dedi ini memilih untuk memanfaatkan momen Idul Fitri untuk bersilaturahmi dengan warganya di rumah Ibu Asuhnya yang ke seratus, Mak Karsih (78) di Kampung Selabaya RT 13/06 Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta.

image

Saat dikonfirmasi di lokasi acara, Bupati yang selalu mengenakan pakaian khas sunda ini mengatakan dirinya merasa lebih nyaman saat mendatangi masyarakatnya langsung dibanding harus menyaksikan masyarakat mengantre untuk bersalaman di rumah dinasnya Jl Gandanegara No 25. “Saya mah da begini dari dulu juga, lebih enak silaturahmi langsung, duduk-duduk berkumpul dengan masyarakat di halaman rumah mereka sendiri, gak tega saya kalau melihat masyarakat mengantre untuk sekedar bersalaman dengan saya”. Jelas Dedi.

Bukan sekedar duduk-duduk, Dedi pun mengaku dengan cara menggelar “Open House” dengan gaya berbeda ini, dirinya bisa langsung menyaksikan kondisi masyarakat yang dia pimpin. Untuk Mak Karsih, Dedi berujar akan segera memperbaiki rumah yang dia tinggali agar lebih layak ditempati dibandingkan dengan kondisi rumahnya saat ini. “Setelah silaturahmi ini, kami segera perbaiki rumah Mak Karsih, kita lengkapi juga dengan peralatan rumah tangga yang cukup untuk beliau”. Kata Dedi menambahkan.

image

Mak Karsih yang hidup sebatangkara karena ditinggalkan oleh anak-anaknya ini pun menyambut haru langkah “Anak Asuhnya”(Dedi Mulyadi.Red) yang telah mengurus kebutuhannya selama beberapa tahun terakhir ini. “Nuhun Jang Dedi, tos kersa ngadangdosan bumi emak” (Terima Kasih Nak Dedi, telah mau memperbaiki rumah emak”. Kata Karsih dengan mata berkaca-kaca. (amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.