image

Berawal dari pertanyaan sederhana; Kenapa di Purwakarta banyak lukisan dan Patung Macan Putih? Dan kenapa juga pasukan TNI di Jawa Barat di sebut atau diberi nama Kodam Siliwangi yang biasanya di setiap depan kantornya ada patung prajurit TNI sama patung Macan atau Harimau?

Meyakini karena masih banyaknya yang belum mengetahui tentang korelasi dari legenda keduanya,  maka redaksi www.dangiangkisunda.com mencoba melakukan penggalian dari beberapa sumber. Baik dari catatan Sejarah kerajaan, kisah, legenda yang akan di rangkai dalam 2 bagian tulisan. Dan Sejarah mengenai pertanyaan-pertanyaan itu diawali dari ketokohan seorang Prabu Siliwangi. Siapakah Prabu siliwangi itu?

Prabu Siliwangi atau Pangeran Pemanah Rasa merupakan pewaris trah kerajaan Gajah di tanah Pasundan. Sewaktu muda Prabu Siliwangi merupakan sosok yang gemar sekali melakukan tirakat dan berkelana dari satu tempat ke tempat yang lain. 
Awal mula bertemunya Prabu Siliwangi dengan sosok gaib harimau/macan putih, yaitu tatkala beliau mencari air untuk minum. Hingga tibalah Prabu Siliwangi di Curug Sawer wilayah Majalengka. Keberadaan Sang Prabu di Curug tersebut ternyata mendapat sambutan kurang baik dari sekelompok macan putih gaib penguasa tempat tersebut.

Di antara kumpulan macan putih yang menghadang Prabu Siliwangi, terdapat seekor macan putih paling besar ukuran tubuhnya. Macan putih inilah yang menjadi pemimpin sekelompok macan gaib tersebut. Antara Raja macan putih dan Prabu Siliwangi pun terjadi pertempuran. Hingga hampir sehari lamanya, berbekal ilmu kanuragan yang dimilikinya pertarungan itu pun akhirnya dimenangkan Prabu Siliwangi.

Sejak saat itu, Raja Macan Putih dan Seluruh punggawa kerajaan Macan Putih menyatakan diri sebagai hamba/abdi setia Prabu Siliwangi. Wilayah yang didiami macan putih tersebut pun menjadi bagian dari wilayah kekuasaan kerajaan Gajah. Bergabungnya kerajaan macan putih, kemudian kerajaan Gajah berganti nama “Pakuan Pajajaran” yang berarti bersatunya (kesejajaran) kerajaan macan putih dengan kerajaan Gajah.

image

Bahkan tatkala kerajaan Gajah mendapat serangan dari Kerajaan Mongol. Abdi Prabu Siliwangi yang berasal dari golongan macan putih gaib, bahu-membahu membantu kerajaan Gajah mengusir pasukan Mongol dari bumi kerajaan Gajah. Mulai dari saat itulah, Raja Macan Putih diangkat Prabu Siliwangi sebagai panglima perang yang berasal dari dimensi kerajaan gaib.

Ketika Prabu Siliwangi hendak moksa (melenyapkan raga dari duniawi), atas bantuan Panglima perangnya dan punggawa macan putih yang memiliki ilmu kadigdayaan tingkat tinggi. Kerajaan Pajajaran yang semula berada di dimensi fisik tanah Sunda, kini berpindah ke dimensi gaib.

Pada malam purnama sebelum Prabu Siliwangi memindahkan Kerajaan Pajajaran ke dimensi gaib. Beliau berjalan ke perbatasan dengan panglima macan putih dan beberapa punggawanya yang memiliki kesaktian tingkat tinggi. Sebelum mengerahkan kemampuan batinnya, Panglima Macan putih menyarankan kepada Prabu Siliwangi agar menanam pohon jeruk di perbatasan tersebut. Tujuannya untuk menyamarkan jejak kerajaan Pajajaran, bahwa di tempat tersebut dulunya adalah kerajaan milik Prabu Siliwangi.

Pada malam purnama kedua, Prabu Siliwangi dan punggawa macan putih kembali menuju ke perbatasan. Pada saat itulah Prabu Siliwangi dan punggawa macan putih mengerahkan kesaktiannya untuk memindahkan kerajaan Pajajaran dari dimensi fisik ke dimensi gaib. Usai memindahkan kerajaan, Prabu Siliwangi menuju hutan Sancang.

Sampai di hutan tersebut, Prabu Siliwangi sudah ditunggu ribuan Pasukan Macan Putih. Pada saat itu pula Prabu Siliwangi moksa dan pergi meninggalkan dimensi fisik untuk bersama dengan para prajurit dan pengikut setianya dari golongan macan putih.
Pada malam purnama di tempat-tempat yang pernah disinggahi (petilasan) Prabu Siliwangi, sering dikabarkan bahwa terlihat sosok harimau/macan putih. Ada pula yang hanya mendapati suara auman. Mengingat banyaknya tempat yang pernah dijadikan Prabu Siliwangi untuk bertapa, dan juga jumlah punggawa macan putih Prabu Siliwangi yang jumlahnya ribuan. (Bersambung ke bagian 2) – (hsr).

Leave a Reply

Your email address will not be published.