Dangiangkisunda – Koalisi Pancasila yang dihuni oleh tiga partai yakni Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP bukan bertujuan untuk mencari lawan politik.

Kesan melawan arus politik ini timbul karena Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa sudah menyatakan diri mendukung Walikota Bandung Ridwan Kamil. Sementara Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat diketahui telah membentuk Poros Baru.

Anggapan melawan arus ini kemudian dibantah oleh Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanudin dalam jumpa pers di Kantor DPD PDIP Jawa Barat, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung pada Jum’at (13/10) siang tadi.

“Ya kan kita mah bukan lawan. Dalam politik itu penting mencari persahabatan, tidak boleh mencari lawan,” ungkap pria yang akrab disapa Kang TB tersebut.

Pernyataan ini menyusul kondisi dan situasi politik yang hari ini tengah terjadi di Jawa Barat. Menurut dia, sampai saat ini belum ada satu pun pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang sah dimata undang-undang untuk ditetapkan sebagai pasangan calon.

“Emang sudah ada yang resmi jadi calon? Calon aja belum ada kok disebut lawan,” ujarnya sambil berseloroh.

Dalam pertemuan bersama para Pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat tersebut, TB Hasanudin menjelaskan bahwa dia beserta jajaran koalisi sudah siap memenangkan kontestasi Pilkada serentak 2018 dan Pilgub Jawa Barat yang digelar pada saat yang sama nanti.

“Lihat ini, batik saya sudah merah – kuning. Ini penegasan bahwa kita siap menang,” tuturnya bersemangat.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir dengan menggunakan pakaian bernuansa putih berplat merah di leher. Pakaian ini tampak cocok dengan peci hitam yang dia kenakan lengkap dengan lambang burung Garuda.

Biasanya, model peci seperti ini dikenakan oleh para tokoh elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.