dangiangkisunda.com – Setelah sukses mengemban tugas sebagai pembawa duplikat bendera pusaka dan teks proklamasi pada rangkaian acara pengibaran bendera di Istana Negara kemarin Rabu (17/8). Rabu malam, kereta kencana milik Pemerintah Kabupaten Purwakarta kembali ke pesanggrahannya di Bale Nagri Purwakarta. Dengan kawalan dari petugas gabungan TNI dan POLRI, pasangan kereta kencana Nyi Mas Malati ini tampak masih berhias aneka bunga dan aksesoris khas Istana Negara.

Tepat pukul 22.30 WIB, musik gamelan sebagai tanda sambutan untuk Ki Jaga Raksa ditabuh oleh para ‘nayaga’ (penabuh gamelan Sunda). Tarian Dangiang Nyi Ratu pun menambah kesan sakral yang mengiringi kereta kencana yang dibuat pada Tahun 2011 tersebut kembali ke tempat peristirahatannya. Pengawal kereta kencana Ki Jaga Raksa juga tampak sangat berhati-hati dan bergerak sesuai dengan irama gamelan yang ditabuh.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang memimpin langsung acara serah terima tersebut mengatakan bahwa rangkaian prosesi tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada kereta kencana Ki Jaga Raksa. Terlebih menurut dia, kereta yang dahulu dicaci maki dan dihina ini kini telah selesai mengemban tugas Negara.

“Makna tarian yang diiringi oleh gamelan ini tentu saja penghormatan, segala sesuatu kan ada tata krama nya. Kalau upacara bendera tata krama nya begitu. Nah, kami di Purwakarta tentu punya tata krama tersendiri dalam setiap sesi masuk dan keluarnya kereta kencana Ki Jaga Raksa ini”. Jelas Bupati yang akrab disapa Kang Dedi tersebut.

Saat dikonfirmasi kapan kereta kencana dengan mahkota binokasih milik Prabu Siliwangi tersebut akan digunakan kembali, Dedi mengatakan bahwa puncak acara Hari Jadi Purwakarta yang akan dihelat pada hari Sabtu (27/8) menjadi momentum penggunaan kembali kereta tersebut. Dia berujar momen tersebut akan digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk menularkan spirit kebudayaan Sunda ke seluruh Nusantara.

“Dulu karena kebudayaan sering disalah fahami jadi sulit untuk terkenal. Sekarang Pak Jokowi menjadi Pelaku kebudayaan nusantara. Tentu nanti tanggal 27 Agustus itu menjadi spirit tersendiri bagi kami agar kebudayaan Sunda bisa lebih menusantara”. Pungkas pria yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda tersebut.

Diakhir prosesi tersebut, tampak kereta kencana Ki Jaga Raksa ditutupi kain kelambu putih dan ditaburi aneka macam bunga. Ini semata dilakukan untuk menghindari debu dan bau tidak sedap yang menempel pada kereta kencana tersebut. (amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.