Pendopo. Kereta Cepat. Izin Pembangunan Trase Purwakarta Selesai, Pembebasan Lahan Februari 2016. 231215

dangiangkisunda.com – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Purwakarta mendukung pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditunjukkan dengan kepastian dikeluarkannya izin pembangunan trase yang melewati Purwakarta. “Saya tidak ingin berlama-lama, namun tetap memperhatikan seluruh aspek, sebagai bukti dukungan serius terhadap proyek ini,” kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat menerima kunjungan rombongan konsorsium Kereta Cepat Jakarta – Bandung, di Bale Nagri, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (23/12).

Keluarnya izin pembangunan trase ini akan berlanjut ke proses revisi RTRW dan pembebasan lahan yang terkena proyek jalur kereta cepat. Dalam cetak biru proyek ini tercatat rencana jalur kereta cepat bakal banyak melewati ruang terbuka hijau dan beberapa lahan milik warga.

Dedi optimis bisa merampungkan proses pembebasan lahan pada awal Februari 2016. “Pembebasan lahan sudah bisa kita mulai dari sekarang. Nantinya selesai beriringan dengan revisi RTRW. Izin kan hari ini kita keluarkan, lahan juga sudah siap di Februari 2016,” kata Dedi.

Staf Khusus Kementerian BUMN untuk proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung Sahala Lumbangaol juga mengatakan kemungkinan pembuatan pabrik rolling stock di Purwakarta. “Bupati mengatakan ada lahan yang bisa dipakai, kami akan jajaki kemungkinan mendirikan pabrik rolling stocknya di Purwakarta. Nantinya ada kemungkinan di Purwakarta ada stasiun juga,” kata Sahala

Dalam kunjungan konsorsium Kereta Cepat Jakarta – Bandung tersebut, hadir perwakilan dari konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), yang terdiri dari China Railway International Co Ltd (CRI) dan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). PSBI sendiri merupakan gabungan dari empat perusahaan pelat merah, yakni PT Wika, PT Kereta Api Indonesia, PT Jasa Marga, dan PT Perkebunan Nusantara VIII.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang membutuhkan dana US$5,5 miliar atau sekitar Rp70 triliun ini ditargetkan groundbreaking pada April 2016. Dari total nilai tersebut, 75% pembiayaan berasal dari pinjamaan China Development Bank. Sebesar 25% sisanya merupakan patungan PSBI (US$825 juta atau setara 60% saham konsorsium) dan CRI (US$550 juta atau 40% saham). (amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.