steak-maranggi-purwakarta-fest

steak-maranggi-purwakarta(3)dangiangkisunda.com – Festival lomba memasak steak maranggi yang diselenggarakan oleh Pemda Purwakarta ini diikuti oleh sekitar 75 Peserta dari tingkat SMP, SMK dan SMU se-kabupaten Purwakarta.

steak-maranggi-purwakarta(5)Acara yang digelar Sabtu malam, 5/12 itu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Purwakarta dan bahkan dari luar kota. Walau sebelum acara tepatnya sore hari, cuaca kurang bersahabat seiring turunnya hujan. Namun sebelum acara Festival Steak Maranggi yang dibuka oleh Istri Bupati Purwakarta Ane Mustika ini di gelar, hujan reda sehingga lomba steak maranggi pun bisa dimulai dengan lancar.

Bupati Purwakarta, Kang Dedi Mulyadi mengatakan, Festival ini adalah sebuah proses up grading konsep yang keluar dari pakem sate maranggi pada umumnya. Hanya saja, kita perlu mencoba terobosan yang berani agar maranggi juga bisa tampil dengan style Eropa. Karena kita tahu di Eropa sana salah satu wisata kuliner yang cukup terkenal adalah Steak yang bahan baku pembuatannya dari daging.

Disamping itu, dengan festival ini kita ingin mengajarkan kepada generasi muda terutama pelajar, bahwa mereka harus kreatif mengolah produk-produk lokal, untuk diolah dengan konsep lain yang lebih marketable atau lebih menjual sesuai trend yang berkembang. Agar produknya lebih mendunia. Ujar kang Dedi.

steak-maranggi-purwakarta(4)steak-maranggi-purwakarta(2) Saya berkeyakinan Steak Maranggi ini akan menjadi destinasi wisata kuliner yang lebih nge-pop di Purwakarta. Sehingga kedepan, ekonomi mikro para pengrajin sate maranggi menambahkan menu alternatif maranggi berupa Steak Maranggi. Pemerintah Kabupaten Purwakarta berusaha memberikan dorongan ide dan gagasan ini demi para pengusaha kuliner dan pedagang kecil agar mampu mengimpropisasi maranggi dengan varian lain.

Sehingga produk-produk yang berkaitan dengan maranggi menjadi tujuan atau buruan wisata kuliner bagi wisatawan domestik maupun manca negara. Inshaa Allah, Jangan khawatir, selama perut kita suka makan, maka selama itulah tukang maranggi akan hidup makmur. Canda kang Dedi. (hsr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.