santri penjaga

dangiangkisunda.com – Jika kita mendengar istilah “Santri”, mungkin kita akan berpikir. Bahwa santri adalah pelajar non formal yang setiap harinya belajar mengaji menggunakan kitab kuning, dan setiap hari kehidupanya tidak lepas dari mengkaji dan mengaji ilmu keagamaan.

Menjadi santri, tentunya menjadi sebuah kebanggan. Sudah banyak orang-orang cerdas dan sukses yang dilahirkan dari golongan kaum nyantri. Jika melirik sejarah bangsa Indonesia, santri mempunyai peran yang sangat penting dalam kemerdekaan bangsa ini.

Maka sangat wajar, jika Presiden Jokowi memberikan momen spesial untuk para santri dengan adanya Hari Santri Nasional. Tak hanya Jokowi yang memberikan apresiasi penuh.

Begitu pun, menurut Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, santri merupakan penjaga kebudayaan, mereka adalah sosok pelajara yang berani melawan penjajah. Sehingga perlu adanya penghargaan bagi santri dan perlu ada kesetaraan lulusan santri dari pesantren dengan siswa disekolah formal.

Dengan kesetaraan tersebut, tentunya tak akan adanya diskriminasi pendidikan. Karena semuannya layak mendapatkan kesetataan formalisme dalam setiap pendidikan.

“Membagun kesetaraan antara pendidikan umum dengan pendidikan pesantren,selama ini pendidikan pesantren kan pendidikan kultur, dan secara struktural tidak diakui,sehingga hari santri ini pemerintah harus membuat ketentuan tentang bahwa lulusan pesantren berdasarkan strata pendidikannya setara dengan sekolah umum,” tutur Kang Dedi saat memberikan sambutan pada peringatan HSN.

Menurut Kang Dedi, HSN mesti dimaknai sebagai hari kejujuran. Apa paslnya, setiap prodak pelajar lulusan pesantren masyarakat akan menilai, bahwa santri adalah sosok pelajar paripurna pengetahuan dan akhlaknya.

“Kita maknai sebagai hari kejujuran,hari kesetaraan dan hari budaya karena pesantren merupakan benteng budaya paling kuat,” katanya mengungkapkan. (Amh)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.