Ketua RT dan Hansip

dangiangkisunda.com – Mencapai kesuksesan dalam meniti tangga kehidupan tak semudah membalikan telapak tangan. Halangan rintangan, suka dan duka, Keraguan dan keyakinan bercampur aduk.

Namun siapa sangka jika takdir kesuksesan telah digariskan. Orang yang lahir dari keluarga sederhana bisa menjadi orang sukses. Hal tersebut kini dirasakan oleh Kang Dedi Mulyadi, gelombang badai yang sangat dahsyat mampu dia lalu, berkat perjuangan yang gigih, membawa dia menjadi pemimpin hebat.

Banyak kisah unik dan menarik dari proses perjalanan hidupnya. Kang Dedi Mulyadi, sama seperti pemuda biasanya. Labil dalam memilih impian, tak tentu arah, apakah kedepan akan menjadi orang sukses atau tidak.

Dengan bermodal keyakinan dan usaha, diri terus melangkah mencari identas dirinya. Dahulu, Kang Dedi Mulyadi tak pernah bercita-cita menjadi seorang Bupati. Ia memiliki cita-cita menjadi seorang Tetara Nasional Indonesia (TNI), impiannya itu karena terinspirasi dari sosok ayahnya yang dulu pernah menjadi seorang prajurit TNI walaupun ayahnya pengsiun muda.

Waktu muda Kang Dedi Mulyadi, mendaftarkan dirinya masuk di Sekolah Calon Bintara (Secaba) TNI. Setelah ia melakukan registrasi proses yang dia lakukan tidak membuahkan hasi, Kang Dedi gagal masuk menjadi anggota Secaba.

Akhirnya Kang Dedi memtuskan untuk kuliah di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Purwakarta. Dari situ ia mulai proses pencarian jadi diri, ia aktif di organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta. Bakhan ia adalah ketua umum pertama di Purwakarta, dinamika yang dilalui membuat dirinya menjadi semakin percaya diri.

Ternyata waktu kecil karakter dan jiwa kepemimpinan-nya sudah ada. Kang Dedi selalu menjadi langganan saat ada perlombaan Dai cilik. Dirinya selalu menjadi paling terdepan saat kegiatan-kegiatan keagamaan.”Prinsip saya selalu ingin menjadi yang terdepan, biasanya orang sunda jika diperintahkan untuk kebaikan, pasti menjawab? Silahkah duluan (mangga ti payun). Karena saya orang sunda saya harus menjadi paling terdepan,” ungkap Kang Dedi Mulyadi.

Saat duduk dibangku kuliah pun, Kang Dedi tidak pernah merasa minder. Dari beberapa kisah sahabatnya, dia pernah menual gorengan, beras, bahkan ia sampai dinisbatkan oleh sahabatnya “Dedi Beras”. Pendidikan berdagang tersebut, ternyata pernah dia lakukan semenjak masih kecil. Dedi kecil, karena ingin mempunyai penghasilan sendiri dan tidak ingin membebani orang tua-nya. Dengan menghilangkan rasa malu ia jualan Es bon-bon, ia juga pernah menjadi pekerja foto keliling.

Akhirnya, perjalanan yang melelahkan pria yang kini sudah memiliki dua putra mampu mencapai cahaya kegemilangan. Dia gagal jadi TNI, Tuhan berkata lain mentakdirkan dirinya menjadi pemimpin hebat yang memiliki karakter ke-sundaan yang melekat, Bral geura miang anak king. (Amh)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.