image

dangiangkisunda.com – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kembali meluncurkan peraturan bupati (perbup) baru.

Setelah beberapa waktu lalu ramai peraturan nikah paksa bagi pasangan yang pacaran hingga larut malam di pedesaan Purwakarta, sebagaimana yang dituangkan di perbup nomor 70.A tahun 2015, kini kabupaten di Jawa Barat itu melengkapi peraturan di Purwakarta untuk tingkat kelurahan.

Peraturan tersebut tentang Ketahanan Budaya masyarakat kelurahan yang dituangkan dalam perbup nomor 70.B tahun 2015.

Selain ada 183 desa di Purwakarta, tercatat ada 9 kelurahan yang berada di Kecamatan Purwakarta Kota.

“Jadi sudah lengkap, jika kemarin kita buat peraturan bagi desa, sekarang kelurahan juga harus menyesuaikan. Tentunya isi peraturan berbeda dan disesuaikan dengan kulturnya. Karena biasanya beda yah. Desa dan kelurahan, kelurahan lebih akulturasi dan modern orang-orangnya,” jelas Bupati Dedi.

Peraturan ini menurut Dedi penting dibuat. Karena kelurahan yang notabene menjadi pusat kota di Purwakarta menjadi sumber informasi dan gaya hidup yang bisa diikuti oleh masyarakat di pedesaan. Namun yang membedakan dari peraturan ini lebih pada penguatan ditingkat RT dan RW masing-masing kelurahan.

“Kalau desa kan tinggal buat peraturan desa (Perdes), ada majelis adat desanya. Kalau kelurahan tinggal penguatan pembuatan tata tertib lingkungan kelurahan yang dibuatkan oleh masing-masing RT dan RW nya,” tambah Dedi.

Dedi menginginkan RT dan RW di kelurahan membuat tata tertib terkait lingkungannya terutama bagi pendatang yang berniat menetap di purwakarta. Termasuk tata tertib dari mulai kewajiban kerja bakti hingga pengaturan disiplin penggunaan kendaraan bermotor di jalan raya.

“Setiap gang harus bersih dari sampah, atur itu kerja bakti. Pemotor yang pake knalpot bising yang mengganggu orang bisa di sanksi. Pendatang tanya tujuannya mau apa, kalau gak jelas, camat bisa kasih rekomendasi ke RT setempat agar tidak mengijinkan pendatang itu tinggal di purwakarta. Pokoknya atur semuanya oleh RT dan RW,” ujarnya.

Terkait larangan pendatang yang tidak jelas tujuannya ke Purwakarta, menurutnya untuk menghindari tujuan pendatang itu yang berniat tidak baik, seperti tindak kriminalitas, narkoba hingga penyebaran paham radikal dan terorisme.

Terkecuali itu, Dedi berjanji akan memperhatikan kesejahteraan perangkat kelurahan hingga level RT. Jika sekarang honor RT 500ribu rupiah. Tahun 2016, akan dinaikkan 100 persen menjadi 1 juta rupiah untuk RT. Dan level berikutnya menyesuaikan kenaikannya.(bon)

Leave a Reply

Your email address will not be published.