20151201_121835dangiangkisunda.com – Gugun Gumilar Direktur IDE mengatakan, Acara International Islamic Conference 2015 bertujuan untuk membangun peradaban pemahaman Islam di Nusantara dan di Amerika.

Peran penting untuk mewujudkan Islam yang damai dan toleran dalam suatu bangsa tak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan harus didukung semua komponen masyarakat, termasuk pemuka agama, organisasi kemasyarakatan Islam dan civil society.

Islam sebagai agama mayoritas di negeri ini, tentu memiliki saham mayoritas dan berperan besar atas nasib dan arah perjalanan bangsa. Oleh sebab itu, sekali lagi, peran pemuka agama tentu tidaklah remeh-temeh, melainkan memiliki peran strategis dan vital.

​Setidaknya ada dua kata kunci dalam mewujudkan cita-cita besar tersebut dalam acara International Islamic Conference 2015 yakni persatuan dan harmoni. Persatuan akan menjadi modal besar untuk bergandeng-tangan serta bahu-membahu menghadapi persoalan dan tantangan yang dihadapi bangsa tercinta ini dan termasuk menjaga citra Islam di dunia.

Bupati Purwakarta, Kang Dedi Mulyadi mengungkapkan upaya IDE mengundang Imam Besar Masjid Washington DC Amerika ini, sangat bangat baik, dan memberikan pembelajaran yang membuka cakrawala. Kita ingin melihat bagaimana perkembangan dunia Islam di Amerika dan apa yang menjadi tantangan sekaligus pemicu Islam di Amerika berkembang pesat, ditengah isu-isu Islamphobia yang hari ini muncul disana karena Islam dipandang sebagai agama ekstrem dan radikal seiring dengan pergolakan di timur tengah.

Ternyata menurut Imam Arafat, Islam berkembang karena kekuatan Leadhersip. Memimpin secara global juga memimpin secara lokal. Artinya kita harus mempunyai kemampuan melangkah maju ke depan, tanpa meninggalkan lokal wisdom atau lokal culture sebagai kekuatan pengikat persatuan. Tanpa persatuan, cita-cita mewujudkan para pendiri bangsa hanya akan menjadi isapan jempol. Lanjutnya.

Saat acara berlangsung Kang Dedi tampak serius menyimak ceramah dari Imam Besar 20151201_123844Mohamad Bashar Arafat, bahkan sempat merekam ceramah dan memfoto imam saat di podium.

Sementara itu, Gugun Gumilar Direktur IDE  mengungkapkan, Acara IIC 2015 dengan menghadirkan Imam Bashar Arafat dan Dedi Mulyadi, ini diharapkan mampu meninggalkan sekat primordial dan sentimen golongan untuk bergandeng-tangan dan bekerja keras menatap masa depan ke arah yang lebih maju. Persoalan harmoni juga tak kalah penting, sebab tanpa adanya harmoni, niscaya setiap rencana dan cita-cita akan sulit diimplementasikan.

Konflik dan pergolakan harus diakui akan menghambat pembangunan, oleh sebab itu, mau tidak mau, kita harus dewasa dalam melihat perbedaan dan secara bersamaan serius menjaga harmoni meski pandangan politik berseberangan. Harmoni akan mengantarkan kita pada kesejukan, memudahkan turunnya berkah Allah SWT serta memudahkan mengkonsolidasikan modal kita untuk bekerja keras membangun bangsa dan negara. Itu sebabnya, IDE mengajak pada para tokoh agama dan ormas Islam, mari bersama-sama menciptakan harmoni agar memudahkan langkah kita supaya Islam mampu menciptakan rahmatan lil alamin. Tutup Gugun. (hsr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.