DangiangKiSunda.Com – Kebijakan Pemkab Purwakarta dalam hal ini yang di motori oleh Kang Dedi Mulyadi diakui atau tidak sudah melakukan terobosan-terobosan kebijakan yang cukup baik.

Pembenahan disegala dimensi, terutama dalam infrastruktur perlulah mendapat apresiasi. Karena dalam kurun waktu sampai pertengahan periode kedua menjabat, Kang Dedi sudah melakukan banyak hal yang merubah wajah Kabupaten Purwakarta.

Kira-kira dalam tulisan ini akan di kaji beberapa sektor yang telah merubah wajah Purwakarta saat ini. Pertama, Kemampuan Kang Dedi dalam mendiagnosa Psikologi Sosial identity Masyarakat. Sering munculnya nama Purwakarta dalam pemberitaan media TV, Elektronik dan Internet, telah memunculkan rasa kebanggaan, rasa memiliki (sense of belonging) bagi masyarakat Purwakarta. Sehingga masyarakat Purwakarta lebih merasa bangga dengan Kabupatennya yang kini lebih dikenal tidak hanya di Jawa Barat, tetapi di Indonesia bahkan dunia Internasional.

Hal ini tak lain, karena kemampuan managerial kang Dedi dalam me-maintanance(merawat) kebijakan dan sekaligus kegiatan Pemkab Purwakarta. Misal, Kegiatan Festival Budaya Dunia yang konon akan dijadikan agenda rutin tahunan, dan menghadirkan seluruh kebudayaan dari negara-negara yang ada di 5 Benua. Kegiatan ini telah mengangkat gaung Kabupaten Purwakarta dimata dunia.

Konsekwensinya tidak sampai disitu, Kegiatan ini diantaranya mampu menggenjot tumbuhnya sektor ekonomi kreatif dan kuliner. Karena kegiatan ini mampu menjadi daya tarik bagi arus wisatawan domestik, yang sepertinya untuk konteks Jawa Barat, hanya ada di Purwakarta kegiatan Festival budaya berlevel Internasional-Dunia.

Sehingga kegiatan ini menjadi kegiatan produktif wisata alternatif bagi warga Jawa Barat yang tidak disadari mampu menggerakkan sistem ekonomi kecil yang ikut tumbuh. Seperti para pedagang Sate Maranggi yang menjadi trend setter kuliner khas Purwakarta yang semakin menjamur. Kemudian Simping, dan masih banyak kuliner lain industri rumahan yang kini muncul yang mencoba manggung.

Kedua, Kemampuan publikasi Budaya Sunda yang mendunia. Puncak apresiasi dunia itu kemudian disusul dengan di undangnya kang Dedi ke markas PBB dan menjadi salah satu tokoh Pemimpin Muda satu-satunya dari Indonesia yang diberikan kesempatan untuk melakukan Ceramah tentang Kebudayaan di markas PBB. Dan dengan apik kang Dedi memberikan ceramah Kebudayaan Sunda yang menjadi wakil kekayaan Budaya-budaya yang sangat beragam di Indonesia. Sampai point ini, kang Dedi sudah menduniakan Kebudayaan Sunda.

Lalu apa pentingnya hal itu bagi kita? Tentu pertanyaan ini harus dijawab. Dan ada beberapa point keuntungan, di antaranya; 1. Keuntungan bagi orang Sunda 2. Keuntungan bagi orang Jawa Barat. 3. Keuntungan bagi orang Indonesia.

Keuntungan:

  1. Bagi orang Sunda, apa yang dilakukan kang Dedi, kurang lebih telah mewakili kekayaan identitas Sunda yang kini bisa lebih dikenal sebagai salah satu identitas Primordial yang ada di Indonesia.
  2. Bagi orang Jawa Barat, apa yang sudah di capai kang Dedi, minimal telah mewakili penduduk Jawa Barat yang notabene mayoritas orang Sunda bisa berbicara di markas PBB yang hanya bisa dilakukan 1000 berbanding 1 orang. Sehingga telah menumbuhkan kepercayaan diri bagi warga Jawa Barat.
  3. Bagi orang Indonesia, Kang Dedi telah memperlihatkan kepada dunia bahwa ia mewakili ke- Bhinekaan di Indonesia, walau yang dia utarakan hanya satu persfektif yaitu identitas budaya Sunda. Namun Indonesia diwakili oleh Budaya Sunda telah menunjukan pentingnya menjaga Kebudayaan lokal sebagai basic awal pembangunan peradaban dunia. (HSR)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.