dangiangkisunda.com – Menjelang Bulan Suci Ramadhan, ada saja berkah yang terlimpah untuk seorang muslim. Tak terkecuali untuk Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Mantan Bupati Purwakarta tersebut bertemu dengan pengamen baik hati.

Pengamen tersebut bernama Aep (28), dia biasa berkeliling di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tanpa sengaja, Aep bertemu dengan idolanya, Dedi Mulyadi di Desa Marga Mekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sabtu (28/4/2018).

Di mata Aep, Dedi Mulyadi merupakan sosok budayawan bijaksana. Menurut dia, pria yang lekat dengan iket Sunda itu memiliki kepedulian tinggi terhadap Jawa Barat. itulah alasan dirinya mengidolakan sosok tersebut.

“Saya fans Kang Dedi, sudah lama sekali. Sering lihat di TV dan Facebooknya kalau ada live. Alhamdulillah, sekarang bisa bertemu. Beliau sosok luar biasa, seniman sekaligus budayawan yang mengetahui kondisi Jawa Barat,” katanya.

Di sela kesibukannya saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi memang sering menggubah banyak lagu bertema Jawa Barat. Tak heran, selain dikenal sebagai public figure, dia pun juga terkenal sebagai seniman dan budayawan.

Nekat Keliling Kampanye Untuk Dedi Mulyadi

Atas dasar tersebut, Aep menaruh rasa hormat mendalam terhadapnya. Sebagai bentuk dedikasi, ia dan komunitas pengamennya siap mengkampanyekan Dedi Mulyadi ke pelosok desa di Kabupaten Bandung.

“Gak ada alasan lagi, Kang Dedi harus memimpin Jawa Barat. Beliau memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan masalah sosial di Jawa Barat ini banyak. Jadi, saya dan kawan-kawan siap mengkampanyekan Kang Dedi. Saya mah pokoknya rela,” ungkapnya dengan berapi-api.

Dedi Mulyadi dan Pengamen

Dedi Mulyadi memang dikenal dekat dengan para seniman jalanan. Diantaranya, Eka Rahman Setiawan (24), seorang pengamen tunanetra asal Kabupaten Bekasi. Dia bahkan berhasil dipertemukan dengan sang ayah oleh salah satu terbaik Nahdlatul Ulama tersebut.

Seorang seniman jalanan asal Sadang, Purwakarta, Boboy (30) juga pernah diundang untuk mengisi acara di Sidang Paripurna Istimewa DPRD Purwakarta. Undangan itu sebagai bentuk apresiasi atas karyanya berjudul ‘Purwakarta Istimewa’.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.