Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi (kiri), berbincang dengan Nenek Anami, di kantor Kabupaten Purwakarta, 12 Mei 2015.‎ Perempuan lanjut usia tersebut diyakini sebagai salah satu manusia tertua di dunia dan akan didaftarkan dalam seleksi manusia tertua di dunia. TEMPO/Nanang Sutisna

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi (kiri), berbincang dengan Nenek Anami, di kantor Kabupaten Purwakarta, 12 Mei 2015.‎ Perempuan lanjut usia tersebut diyakini sebagai salah satu manusia tertua di dunia dan akan didaftarkan dalam seleksi manusia tertua di dunia. TEMPO/Nanang Sutisna

DangiangKiSunda.Com – Selalu berpakaian kultur Sunda menjadi salah satu ciri Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.  Pada periode kedua jabatannya,  dia blusukan ke setiap kampung dan desa di Jawa Barat dengan mengusung program bertajuk:Ngamumule Budaya Sunda atau melestarikan budaya Sunda.

Dedi mengajak serta seniman Ohang, para dalang pesohor, semisal Asep Sunandar Sunarya (almarhum), Dadan Sunandar Sunarya dan Eka Cecep Supriyadi. Walhasil, waktunya selama sepekan habis untuk pekerjaan dan keliling Bumi Pasundan.

Apa resepnya sehingga tetap bugar ? “Selama tujuh tahun saya membiasakan diri bangun tidur langsung minum air putih,”  kata Dedi kepada Tempo, Selasa, 19 Mei 2015. Bersamaan dengan itu, dia setop minum kopi, setop merokok dan satu lagi setop mengkonsumsi minuman beralkohol.

Menurut Dedi, alkohol selain diharamkan oleh agama juga berdampak buruk pada jaringan syaraf otak. Tiga hal yang dijauhinya itu, kini, malah digetoktularkan kepada semua bawahannya. “Jangan harap ada asbak di semua ruangan kantor staf saya,” kata Dedi, kelahiran Subang, pada 11 April 1971.

Kecuali itu, setiap pagi, Dedi membiasakan diri berolah raga yang sangat murah ongkosnya. Yakni jalan kaki atau naik sepeda ontel selama 30 menit. Lokasi berolahraga favoritnya tak lain lokasi wisata Situ Buleud atau Taman Sri Baduga yang terletak di jantung kota,  300 meteran dari rumah dinasnya.

Dengan pola hidup sehat seperti itu, selama tujuh tahun terakhir dia mengaku tak pernah mengalami sakit parah. “Ya, paling panas, pilek dan batuk saja,” ujarnya. Jika sakit, Dedi mengaku tak pernah mengkonsumsi obat kimia. “Cukup dengan obat herbal, seperti tumbuhan atau buah-buahan.”

Padahal, kegiatan bupati yang senang berpakaian nyentrik khas sunda itu sangat pada. Ia nyaris tak pernah menikmati hari liburnya. Senin hingga Jumat dihabiskan buat memimpin berbahagia kegiatan termasuk blusukan ke kampung dan desa yang disukainya selama dua periode dia memangku jabatan Bupati Purwakarta.

Ane, isteri Dedi, mengaku keluarga nyaris tak kebagian jatah waktu buat berkumpul bersama suaminya. “Paling kami bertemu diacara blusukan sambil nonton wayang semalam suntuk,” kata mantan Mojang Purwakarta itu.

Tapi, ia memahami jika suaminya hanya memiliki sedikit waktu buat keluarga. “Yang penting, sebagian besar waktu suami saya itu dihabiskan buat melayani rakyatnya, saya ikhlas.” tutur perempuan berperawakan jangkung dan berparas cantik itu. NANANG SUTISNA

 

Sumber: Tempo.Co, 20 Mei 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published.