dangiangkisunda.com – Sebanyak 16 Desa di Purwakarta dicanangkan oleh pemerintah kabupaten setempat sebagai destinasi unggulan di kabupaten yang terkenal dengan Taman Air Mancur Sri Baduga ini.

Keenam belas desa yang meliputi beberapa kecamatan ini yaitu Desa Pesanggrahan dan Desa Sukamulya di Kecamatan Tegalwaru. Desa Sindang Panon, Desa Cihanjawar, Desa Pesanggrahan dan Desa Cipeundeuy di Kecamatan Bojong. Desa Pusakamulya dan Desa Cibeber di Kecamatan Kiarapedes.

Desa Cikumpay dan Desa Cisaat di Kecamatan Campaka. Desa Cibungur dan Desa Bungursari di Kecamatan Bungursari. Desa Wanayasa, Desa Raharja, Desa Sumurugul dan Desa Babakan di Kecamatan Wanayasa.

Potensi pariwisata dari setiap desa tersebut akan diinventarisir dan ditunjang infrastruktur kepariwisataannya mengingat potensi pariwisata tersebut bersifat heterogen.

Hal ini bertujuan untuk memberikan banyak pilihan kepada wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut.

“Potensi pariwisata di setiap desa itu berbeda, ada basis kuliner, wisata alam, panjat tebing dan wisata air. Makanya, kita inventarisir,” kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi hari ini Rabu (8/2) di kompleks Setda Purwakarta, Jalan Gandanegara No 25.

Selain itu, pria yang kerap disapa Kang Dedi tersebut mengaku segera melakukan penambahan infrastruktur penunjang berupa kemudahan akses jalan dan fasilitas di masing-masing destinasi wisata.

“Lokasi wisata Gunung Parang misalnya, kita tambahkan toilet khusus wisatawan, jadi tidak toilet umum lagi, fasilitas lain berupa akses jalan dan rumah makan pun segera kita bereskan,” katanya menambahkan.

Beberapa akses jalan menuju lokasi wisata seperti Bukit Panenjoan, Pasir Langlang, dan Gunung Parang memang dikeluhkan wisatawan lokal maupun mancanegara karena masih sulit dilalui.

Akses jalan menuju Bukit Panenjoan, Sindang Panon, Bojong, diketahui milik PT Karti Wana Raya, sebuah perkebunan milik swasta. Sementara akses jalan menuju Pasir Langlang, Pusaka Mulya, Kiarapedes, diketahui milik PT Perhutani dan akses jalan menuju Gunung Parang Tegalwaru merupakan rute bagi truk-truk bertonase tinggi pembawa hasil tambang yang menjadi biang kerusakan jalan di wilayah tersebut.

Pencanangan Desa Wisata ini disambut baik diantaranya oleh Kepala Desa Cibeber Kiarapedes, Anwar Sadat.

Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ini menyebut langkah Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dapat melahirkan efek domino berupa peningkatan taraf kehidupan ekonomi masyarakat.

“Kami sebagai kepala desa menyambut baik, ini program positif, sebagai ujung tombak program ini kami segera melakukan tindak lanjut,” kata Anwar di tempat yang sama.

Tahapan persiapan segera dilakukan oleh dirinya sebagai kepala desa dengan melalukan pembersihan terhadap DAM Citeke untuk dijadikan wisata kuliner terapung. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.