Gelar Pameran, Bupati Dedi Dorong Produk Etnik Tradisional Sunda lebih "Booming"

dangiangkisunda.com – Produk etnik dan kebudayaan masyarakat Sunda dan daerah lain dipamerkan di Taman Pesanggrahan Padjadjaran sejak Sabtu (20/8) lalu. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, pameran etnik pertama di Purwakarta ini akan berlangsung sampai malam puncak Hari Jadi Purwakarta Sabtu (27/8) saat Karnaval Etnik Dunia digelar. Sebanyak 25 stand produk etnik tradisional meramaikan pameran ini yang pada saat pembukaannya dihadiri oleh artis Vega Darwanti tersebut.

Kepala Bidang Pariwisata Asep Supriatna saat ditemui hari ini Senin (22/8) diruang kerjanya menuturkan urgensi pameran tersebut untuk kepentingan promosi produk hasil olahan masyarakat Sunda terutama yang ada di pedesaan. Ia berujar pameran seperti ini masih sangat jarang sehingga perlu digelar secara berkesinambungan agar produk etnik semakin diketahui oleh masyarakat luas.

Gelar Pameran, Bupati Dedi Dorong Produk Etnik Tradisional Sunda lebih "Booming"

“Kami gelar pameran ini pertama karena jarang disentuh karena dianggap nilai komersilnya rendah. Tetapi justru karena itu kami memandang pameran ini prospektif. Kedua, karena sudah semakin sedikit orang yang membuat olahan produk etnik, baik berupa makanan maupun kerajinan”. Kata Asep menjelaskan.

Selain itu, masih menurut Asep, pameran etnik ini digelar dalam rangka pembelajaran dan pendidikan untuk para pelajar atau siapapun yang berminat mempelajari makanan dan kerajinan yang berlatar etnik sebab dalam pameran ini bukan saja dihadirkan produk jadi, melainkan tata cara pembuatannya secara tradisional.

Gelar Pameran, Bupati Dedi Dorong Produk Etnik Tradisional Sunda lebih "Booming"

“Orang pasti penasaran bagaimana cara pembuatan kain oleh masyarakat baduy misalnya, atau tas khas papua, dan aksesoris masyarakat dayak, makanya kami hadirkan cara pembuatannya di pameran ini. Bukan hanya produknya yang sudah jadi”. Tutur Asep menambahkan.

Hal senada diungkapkan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Dia mengatakan umumnya masyarakat akan menaruh minat pada produk saat produk tersebut tengah ‘booming’. Sementara sesuatu yang bersifat etnik tradisional seringkali terpinggirkan karena tidak memiliki akses yang cukup untuk promosi produk. Melalui pameran ini, menurut Dedi adalah komitmen daerahnya dalam membangun keberpihakan terhadap produk etnik terutama produk yang dihasilkan oleh para pengusaha kecil menengah maupun mikro.

Gelar Pameran, Bupati Dedi Dorong Produk Etnik Tradisional Sunda lebih "Booming"

“Kita ingin produk kebudayaan bangsa kita diketahui orang banyak sehingga bangsa ini akan semakin dihargai. Kalau laku dijual kan bisa membangun ketahanan ekonomi. Jadi bukan sekedar pameran. Tujuannya itu”. Pungkas Bupati yang akrab disapa Kang Dedi tersebut. (amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.