dangiangkisunda.com – DPP Partai Golkar akhirnya resmi mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai calon Gubernur Jawa Barat untuk bertarung di pilkada 2018. Surat rekomendasi untuk maju di Pilgub Jabar akan diberikan oleh pengurus DPP Golkar siang ini di markas partai, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat.

Wasekjen Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily mengatakan pemberian rekomendasi untuk Dedi Mulyadi sudah dipertimbangkan secara matang oleh DPP.

“Kami akan memberikan rekomendasi untuk Pak Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar nanti. Memang ini kan prosesnya sudah lama. Sejak 3 bulan lalu, DPD Golkar Jabar sudah memberikan rekomendasi tapi kan DPP harus mempertimbangkan dulu berbagai faktor,” ujar Ace ketika dihubungi kumparan (kumparan.com), Selasa (1/8). 

Setelah pemberian rekomendasi, Ace mengatakan partai akan meminta DPD Golkar Jawa Barat untuk membuka komunikasi dengan sejumlah partai untuk kemungkinan koalisi. Menurut dia, DPP Golkar belum akan terlibat dalam dalam mencari rekan koalisi di Pilgub Jabar.

“Kita serahkan dulu ke DPD Golkar di Jabar. Karena mereka kan yang paham medan dan petanya seperti apa. Jadi untuk koalisi kita serahkan ke DPD Jabar,” tuturnya. 

Lobi dengan sejumlah partai untuk mencari mitra koalisi ini, kata Deddy, sekaligus upaya untuk mencari cawagub yang sesuai untuk Dedi. Namun, Ace masih irit bicara soal cawagub yang akan mendampingi Dedi.

“Masih terlalu dini. Kita serahkan ke DPD Jabar untuk menjaring terlebih dulu,” ujarnya.

Dedi Mulyadi sendiri merupakan Ketua DPD Golkar Jabar. Pria berusia 46 tahun ini adalah Bupati Purwakarta petahana. Ia dilantik pada tanggal 13 Maret 2008. Sebelum jadi Bupati, Dedi Mulyadi menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dan menjadi Wakil Bupati Purwakarta pada periode 2003-2008 bersama Lily Hambali Hasan. 

Pada Pilkada 2013, Dedi Mulyadi terpilih kembali menjadi Bupati Purwakarta untuk periode 2013-2018 berpasangan dengan Dadan Koswara. Pada 23 April 2016, Dedi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Periode 2016 – 2020 menggantikan Irianto MS Syafiuddin atau biasa yang dikenal dengan nama Yance.(red)

(Sumber : kumparan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.