bupati purwakarta

dangiangkisunda.com – Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat, mengecam tuduhan yang dilontarkan kelompook tertentu yang mengatakan Kabupaten Purwakarta ‘Darurat Aqidah’ di halaman Gedung Sate Bandung. Pasalnya, adanya tuduhan tersebut membuat masyarakat Islam di Purwakarta menjadi geram.

Menyangkal tuduhan tersebut, Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat bersama 28 Organisasi Masa (Ormas) se-Kabupaten Purwakarta, menyatakan sikap bersama. Dalam pernyataan sikap tersebut, ada enam poin penting yang menyatakan, berikut poin pernyataan sikap. Diantaranya,

Satu, sebagai masyarakat Purwakarta kami merasa tersinggung dan dilecehkan dengan statement yang menyatakan Purwakarta darurat aqidah karena kondisi yang terjadi di Purwakarta jauh dari pernyataan tersebut; aqidah kami sebagai muslim tidak pernah berubah dan tidak pernah diintimidasi oleh apapun dan siapapun, kami tidak pernah mengalami ajakan pemurtadan dari siapapun termasuk Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. kami merasakan kehidupan beragama di Purwakarta telah berjalan dengan baik, masyarakat Purwkarta bisa menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing dan toleransi kehidupan beragama di Purwakarta pun berjalan dengan baik. Oleh karena itu kami sebagai masyarakat Purwakarta akan melakukan langkah-langkah hukum baik perdata maupun pidana terhadap segala tuduhan dan pernyataan mereka yang tidak berdasar.

Dua, kami merasakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dibawah kepemimpinan Bapak Dedi Mulyadi telah menjalankan fungsinya secara baik dalam melindungi hak-hak warga masyarakatnya selaku bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demikian juga tugasnya dalam membangun kehidupan masyarakat yang beradab dan berakhlak mulia berjalan dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan, salah satunya tentang kebijakan pendidikan berkarakter dimana terdapat pembiasaan sholat dhuha, puasa senin kamis dan gerakan baca tulis al-quran untuk anak-anak sekolah yang beragama Islam dimana hal ini belum pernah dilakukan oleh pemimpin di Purwakarta sebelumnya.

Tiga, sebagai masyarakat Purwakarta kami merasa bangga pada Pemerintah Purwakarta dalam upaya mensejahterakan masyarakat karena bukan saja mampu membangun insfratuktur secara merata tapi juga mampu mengangkat kepercayaan diri masyarakat sebagai orang sunda.

Empat, kami meyakini bahwa segala tuduhan yang disampaikan kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sungguh bukanlah persoalan keagamaan/kemusyrikan tapi kekhawatiran akan kegigihan dan keberhasilan Bupati Purwakarta dalam pembangunan yang menjadikan sunda sebagai basis karakternya.

Lima, kami memandang bahwa persoalan patung, pohon yang diikat kain, kereta kencana dan unsur-unsur kebudayaan lainnya merupakan komponen budaya yang juga dilakukan oleh budaya lain.

Enam, kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengedepankan sikap silih asah silih asih dan silih asuh serta menjunjung tinggi toleransi dan persatuan sebagaimana diajarkan agama kita dan juga dasar negara pancasila. Waspada seluruh bentul propokatif dan cara memecah belah NKRI.

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat Nurwin Herawan menegaskah, pernyataan tersebut atas dukungan dari 28 Ormas di Purwakarta.

“Mereka harus paham, dan meminta maaf kepada umat Islam di Purwakarta. Yang menyatakan Purwakarta darurat aqidah,” tegasnya. (Amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.