3

‎dangiangkisunda.com – Imam besar Masjid Washington DC, Amerika Serikat,  Imam Mohammad Bashar Arafat mengucapkan Sampurasun sebagai salam pembuka saat menjadi pemateri dalam acara International Islamic Conference (IIC) 2015. Acara ini dihadiri siswa dan mahasiswa serta masyarakat umum yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta bekerjasama dengan The Institute of Democration and Education (IDE) bertempat di Pendopo Kabupaten Purwakarta, selasa (1/12/15).

Uniknya, ucapan salam sampurasun yang diutarakan Imam Mohammad diucapkan dengan berulang-ulang. Dirinya pun terlihat senang saat mengucapkan salam sunda tersebut, bahkan saat mengucapkan salam khas sunda itu Imam Mohammad terlihat bahagia, pasalnya saat dia mengucapkan salam sampurasun, sontak seluruh tamu undangan yang menghadiri dikusi tersebut menjawab dengan ucapan rampes.

Sebelum Imam Masjid Wahington DC memulai perbincangannya dengan peserta diskusi, Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi narasumber pertama dalam menyampaikan gagasannya tentang Islam di tanah Nusantara.

Menurut Dedi, Islam yang sempurna menurut orang Sunda ialah Islam yang patuh terhadap ketentuan alam. Karena orang Sunda patuh dengan alamnya, orang sunda mesti bisa mengikuti ketentuan alam dengan bersenyawa dengan air, bersenyawa dengan udara, bersenyawa api dan bersenyawa dengan tanah.

Kalau hal itu dipatuhi, lanjut Dedi, Islam ditanah sunda akan melahirkan masyarakat yang makmur. Desa-desa akan subur dengan makanan, desa akan terbebas dari bencana, pohon pun akan tumbuh dengan kuat, makanan akan tersedia di mana-mana, dan orang Indonesia tak mesti jauh-jauh untuk berwisata ke mana-mana karena di Daerahnya pun sudah membuat dirinya bahagia.

Sementara itu, setelah Kang Dedi Mulyadi menyampaikan gagasan ke-Islamannya di Nusantara. Imam Besar Masjid Washington DC M. Bashar Arafat langsung memulai orasinya. Sebelum memulainya Imam Pun mengucapkan Assalamualaikum dilanjutkan dengan mengucapkan  salam Sampurasun.

Imam sendiri mengaku senang sekali bisa datang ke Indonesia khususnya ke Purwakarta, menurut dia konsep kepemimpinan Bupati Purwakarta hampir mirip menjaga Islam dengan budaya tanpa dicampur adukan dengan budaya Arab.

Ia memaparkan, beberapa orang yang masuk Islam di Amerika Serikat ia takut bahwa Islam itu seperti orang Arab. Orang Amerika tidak menginginkan pada saat masuk Islam dirinya tidak mesti seperti orang Arab, dan dia menginginkan Islam menjadi bagian dirinya sendiri sesuai dengan kondisi di Amerika Serikat.

Imam langsung mencontohkan, jika anda datang ke Indonesia, Amerika Serikat, Timur Tengah, semuannya punya budaya masing-masing. “Saya ingin menjelaskan kepada orang Amerika Serikat, bahwa kita harus bisa menghormati kebudayaan diseluruh negara mana pun. Termasuk di Amerika Serikat,” paparnya.(Amh)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.