dangiangkisunda.com – Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memberikan perhatian khusus atas kasus balita gizi buruk sejak lahir di Kecamatan Tegalwaru. Perhatian tersebut berupa kesanggupan dirinya menanggung beban biaya yang timbul akibat perawatan itu.

Berdasarkan data dari UPTD Puskesmas Tegalwaru terdapat 7  kasus balita gizi buruk sejak lahir di wilayah itu. Pasien tersebut membutuhkan penanganan kesehatan dari rumah sakit.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Purwakarta, Neneng Maryamah. Dia mengungkapkan bahwa kasus tersebut terjadi bukan karena kekurangan asupan makanan. Melainkan, karena gejala yang terjadi sejak lahir.

“Ini sejak lahir, bukan karena kekurangan asupan makanan. Data itu kan berdasarkan survei lapangan petugas kesehatan ke rumah warga. Kami menjamin itu valid,” kata Neneng, Kamis (10/5/2018), di Purwakarta.

Ketujuh balita yang mengalami gizi buruk sejak lahir itu adalah M Dasuki (16 bulan) asal Desa Citalang. Kemudian, Fahmy (36 bulan) asal Desa Sukahaji, Juwita H (26 bulan) asal Desa Galumpit, Winasari (56 bulan) asal Desa Karoya.

Abdul M (30 bulan) masih berasal dari Desa Karoya, M Fauzan (10 bulan) asal Desa Pasanggrahan dan Agus G (6 bulan) asal Desa Sukamulya. Seluruh pasien tersebut tinggal di wilayah administratif Kecamatan Tegalwaru.

Para orang tua balita tersebut melaporkan keadaan anak mereka kepada mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Pasalnya, mereka sudah menganggap pria yang lekat dengan iket Sunda itu sebagai orang tua meski tidak lagi menjabat sebagai Bupati.

“Beliau ada SMS Center pribadi, kami melapor ke sana. Alhamdulillah, masih direspon meskipun beliau sudah gak jadi Bupati Purwakarta. Beliau siap membayar seluruh biaya pengobatan. Kami tidak segan karena beliau sudah seperti orang tua bagi kami,” kata Asep, orang tua M Dasuki.

Langsung Masuk Rumah Sakit

Pengaduan tersebut membuahkan hasil, balita gizi buruk sejak lahir dari Kecamatan Tegalwaru kini mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bayu Asih.

“Sebelumnya kami tidak berani membawanya ke rumah sakit karena takut timbul biaya. Sekarang, kami berani karena Pak Dedi siap menjamin,” tambah Asep.

Pihak Rumah Sakit Bayu Asih mengkonfirmasi siap memberikan pelayanan terbaik sampai seluruh pasien dinyatakan sembuh.

“Iya tentu kita berikan pelayanan sesuai keluhan kesehatannya nanti,” kata Wakil Direktur RSBA, Deni Darmawan.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.