Screenshot_1

dangiangkisunda.com – Bupati Purwakarta menanggapi santai data Badan Ketahanan Pangan Jawa Barat yang menyebutkan bahwa Kabupaten Purwakarta termasuk daerah rawan pangan. “Lahan pertanian Purwakarta memang kecil, hanya sekitar 22.000 hektar itupun sudah dipotong wilayah waduk Jatiluhur. Tapi sampai saat ini kita tak pernah kekurangan pangan, karena panen terbukti selalu berhasil,” kata Dedi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/12).

Lahan pertanian Purwakarta yang tergolong kecil di Jawa Barat, menurut Dedi, masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan internal di Purwakarta. “Bahkan wilayah kami turut membantu ketahanan wilayah daerah lain seperti Indramayu dan Karawang melalui irigasi air Jatiluhur,” kata Dedi.

Terkait alih fungsi lahan pertanian menjadi industri, Dedi menyatakan bahwa lahan pertanian tidak boleh lagi diganti dengan lahan industri ataupun pemukiman. “Saya stop semua izinnya. Lahan industri hanya boleh gunakan lahan yang kering saja,” kata Dedi.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan menurut data dari Badan Ketahanan Pangan Jawa Barat ada empat daerah Kabupaten/Kota yang termasuk kedalam rawan pangan. Yakni Kota Bandung, Kabupaten Purwakarta, Kota Tasikmalaya dan Sukabumi yang diakibatkan maraknya lahan industri atau komersial. (amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.