bupati dedi mulyadi

dangiangkisunda.com – Jika anda ingin memahami pemikiran Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi.  Nampaknya anda mesti banyak membaca buah pemikiran Cak Nur. Ia adalah sosok pemikir pembaharu Islam di fase 1960-an yang mengkampayekan Islam ke-Indonesiaan. ‎Bahkan jargon Cak Nur yang paling membumi ialah “Islam Yes Partai Islam No”.

Dua buku Cak Nur, Nurcholis Madjid. Islam Kemodernan dan Keindonesiaan dan Islam Doktrin dan Peradaban, sangat mempengaruhi pemikiran Kang Dedi Mulyadi dalam membangun daerah yang sedang ia pimpin. Dengan mengadopsi pemikiran dua buku tersebut, Kang Dedi yang dikenal sebagai Budayawan Jawa Barat mampu menunjukan secara nyata melalui pembangunan berkarakter ke-Sundaan sebagai identitas budaya Jawa Barat.

Jika melirik masa lampau, Purwakarta dahulu tak seindah saat ini. Semenjak Kang Dedi memimpin selama dua periode, revolusi pembanguan di Purwakarta sangat menakjubkan. Penilaian tersebut tak hanya dinilai masyarakat Purwakarta saja. Seluruh element masyarakat di Kota dan Kabupaten di Jawa Barat bahkan Indonesia terpesona melihat keindahan Purwakarta.

Revolusi pembangunan ala Kang Dedi Mulyadi, sebelumnya  pernah dicontohkan mantan Presiden Republik Indonesia (RI) Soeharto. Selama 32 tahun memimpin Seoharto mampu menorehkan kenangan yang luar biasa bagi bangsa Indonesia sehingga ia mendapatkan julukan “Bapak pembagunan”.

Yang menarik dari Kang Dedi Mulyadi ini, hanya dengan waktu sekejap ia mampu menyulap Purwakarta menjadi Kabupaten Istimewa. Mungkin gelar “Bapak pembangunan di Era Reformasi” layak disematkan untuk Kang Dedi, karena telah menorehkan sejarah istimewa untuk Purwakarta.
Dari segi prestasi, sejak Kang Dedi memimpin Purwakarta, sedikitnya delapan prestasi pernah ia raih. Pertama, investment award 2009: Kabupaten terbaik penanaman modal tingkat Nasional. Kedua, Purwakarta 100 persen teraliri listrik. Ketiga, Purwakarta World culture festival 2015. Empat, Rekokr muri pilkades tercepat di Dunia. Lima, Kepala Daerah inovatif. Enam, Kota welas asih di Dunia (Compassion in action International inc). Tujuh, Rekor MURI parade egrang 14.570 peserta. Delapan, Jalan kabupaten terlebar di Indonesia 12 Meter.

Tidak hanya prestasi yang ia raih dari berbagai bidang, ia juga dikenal dengan Kepala Daerah yang memiliki segudang inovasi. Diantaranya, wajibkan siswa dan PNS pakai tas daur ulang, program desa berbudaya, gerakan sosial “Rereongan sebatang rokok”, asuransi untuk sopir angkutan umum, kambing dan mesin tenun untuk siswa Sekolah Dasar (SD), layanan kesehatan dan pendidikan gratis, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), Ketua Rukun Tetangga (RT) dan hansip digaji, pemadatan jam belajar.

Apakah tidak luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Purwakarta yang dulu kota-nya hanya dikenal dengan sebagai Kabupaten “Pensiun” kini Purwakarta mampu menunjukan taringnya di mata Dunia, menjadi Kabupaten yang banyak inovasi.

Jika di telaah, ada dua polarisasi yang ia gunakan dalam membangun daerahnya. Pertama. Kepemimpinan ideologisnya, dirinya mengadopsi dari ideologi Cak Nur. Kedua. Gerakan pembangunannya mengadovsi Presiden Soreharto. Sehingga, pola adopsi tersebut melahirkan gagasan Purwakarta berkarakter ke-Sundaan.

Mau tidak mau, suka atau tidak suka. Harus diakui Purwakarta terus berbenah menemukan jati dirinya menjadi daerah yang berkarakter. Namun, pro dan kontra setiap kebijakan yang dikeluarkan pemimpin di daerah mana pun pasti terjadi. Apalagi saat ini baru pertama kali ada di Jawa Barat (Jabar) sosok pemimpin yang dengan konsisten membangun daerahnya dengan identitas asli Jawa Barat yakni Ke-Sundaan.

“Setiap pembaharu di mana pun di muka bumi ini, hampir pasti dilawan, dicaci maki dan dimusuhi, namun ajaibnya diam-diam diikuti. Ini juga berlaku atas Nurcholish Madjid yang telah bekerja keras untuk mengawinkan ke-Islaman dan ke-Indonesiaan,” kata Ahmad Syafi’i Maarif – Ketua PP Muhammadiyah Periode 1998-2005. Yang dikutif langsung dari buku Cak Nur “Islam Kemodernan dan KeIndonesiaan.(Amh)‎

Leave a Reply

Your email address will not be published.