image

dangiangkisunda.com – Ada yang menarik dari pidato Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dia sampaikan pada saat acara pelantikan pengurus Golkar Jawa Barat Rabu (1/6) di Sentul International Convention Center. Disela pidato budaya tersebut Dedi sempat mengatakan bahwa rakyat adalah istri pertama sedangkan istri kedua itu dirumah. Sontak guyonan ini mengundang gelak tawa seluruh tamu undangan yang berjumlah sekitar 15.000 orang.

Saat dikonfirmasi setelah selesai acara Dedi mengatakan “celetukan” tersebut bukanlah guyon melainkan realitas yang harus dijalani oleh seorang pemimpin. Ia menilai seorang pemimpin sudah seharusnya mengutamakan kepentingan rakyat dibanding kepentingan pribadi dan keluarganya hatta itu istri sendiri. Dia bercerita sangat jarang berada dirumah meskipun hari libur. Menurutnya berkeliling ke desa-desa untuk menengok keadaan anggota masyarakat bukan saja menjadi kewajiban pemimpin melainkan kebutuhan ruhani untuk mempertajam nurani saat membuat sebuah kebijakan. “Kalau melihat keadaan mereka secara langsung berarti kita melatih empati agar kebijakan yang kita buat tidak menabrak asas-asas kepentingan masyarakat”. Kata Dedi Rabu malam.

Prinsip ini telah lama dia anut bahkan sejak dirinya masih menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari Fraksi Golkar Tahun 1999 silam. Dedi terbiasa tidur dirumah warga miskin dengan tujuan ikut merasakan keadaan yang mereka alami. Setelah selesai menginap dia mengaku memperoleh energi baru untuk mengkritisi kebijakan pemerintah daerah saat itu. “Waktu itu saat Anggota DPRD yang lain cuma “sumuhun dawuh” (mengiyakan.Red), saya berani bicara. Hikmah itu juga dapat saya rasakan sampai hari ini (saat menjabat Bupati.Red). Saya menggunakan nurani agar tidak ada yang tersakiti dalam setiap kebijakan yang saya buat”. Kata Dedi sambil mengenang saat-saat dia menjadi Anggota DPRD.

Ditempat terpisah, Istri Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Anne Ratna Mustika saat dikonfirmasi mengatakan dirinya sudah terbiasa ditinggal berkegiatan oleh suaminya tersebut. Meskipun begitu Anne merasa ikhlas mewakafkan suaminya untuk kepentingan rakyat banyak. “Meski jarang bersama tapi beliau itu romantis kok. Tidak pernah lupa momen ulang tahun saya, momen ulang tahun perkawinan. Tahu-tahu pas saya bangun tidur sudah ada bunga diatas bantal. Ya walaupun sehari-hari dan hari libur tidak bisa dinikmati bersama-sama”. Kata Anne hari ini Kamis (2/6) di Purwakarta.

Anne mengaku selalu mendukung apapun yang dilakukan oleh suaminya selama itu untuk kepentingan masyarakat banyak. Dirinya pun sering diminta tolong oleh suaminya untuk menghadiri acara diluar kedinasan saat jadwal sudah begitu padat. “Iya kalau bapak sibuk sekali dengan jadwal kegiatan yang lain, saya selalu diminta oleh beliau untuk menghadiri sebuah acara tapi diluar kedinasan ya”. Pungkas Anne singkat (amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.