image

dangiangkisunda.com – Kabupaten Purwakarta memang sedang gencar melakukan maksimalisasi pelayanan kesehatan bagi warganya, setelah kemarin salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan yakni Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih mendapatkan evaluasi dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, kini giliran Leading Sector yang menaunginya yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta.

Tanpa diduga, Kang Dedi, sapaan akrab Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi melakukan kunjungan ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah yang terletak di Kampung Cikolotok Desa Margasari Pasawahan Purwakarta, Selasa (29/3). Kunjungan ini ia lakukan sembari bersepeda di pagi hari, sebagaimana kebiasaan yang sering ia lakukan setiap Hari Selasa.

image

Di lokasi Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Cikolotok, Dedi langsung menerima curhatan para petugas kebersihan yang bertugas di lokasi tersebut. Mereka mengeluhkan sering tertusuk jarum suntik limbah medis yang dibuang oleh Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik yang tersebar di seluruh Kabupaten Purwakarta. Seluruh petugas mengaku pernah tertusuk minimal dua kali per hari saat memilah sampah yang sudah menjadi rutinitas mereka. Salah seorang petugas kebersihan, Wawan (52) malah mengaku dirinya sudah lebih dari 10 kali tertusuk jarum suntik limbah medis. “Rasa sakit nya sih tidak seberapa Pak, paling serasa digigit semut, tapi setelah itu badan saya sering pegal-pegal”. Curhat Wawan kepada Dedi Mulyadi.

Menanggapi curhatan petugas kebersihan, kang Dedi langsung memanggil Kunjungan Bupati Purwakarta, H.Dedi Mulyadi,SH., ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikolotok di curhati para pegawai kebersihan, bukan masalah honor akan tetapi tentang kenyamanan dan keamanan dalam bekerja, pasalnya ada dua pegawai kebersihan dibulan ini yang diduga  tertusuk jarum suntik limbah dari medis. Selasa (29/3).

image

Mendapati curhatan dari para pegawai, Dedi langsung memanggil Sekretaris Dinas Kesehatan seraya memberikan instruksi agar seluruh pengelola Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik di Purwakarta harus mengelola limbah medisnya sendiri. “Mulai sekarang mereka tidak bisa sembarangan, limbah medis harus dikelola sendiri, tidak boleh disatukan dengan sampah rumah tangga yang biasa diolah oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan, kalau para petugas kebersihannya tetanus bagaimana?”. Kata kang Dedi geram.

Kang Dedi pun menegaskan bahwa instruksi ini adalah bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam rangka melindungi para petugas kebersihan di lapangan. Menurutnya limbah medis memang masalah, tetapi dalam menyelesaikan masalah tersebut tidak sepatutnya menimbulkan masalah yang lain. “Petugas lapangan, di semua tingkatan harus bekerja dengan aman, mereka mampu kok menyelesaikan masalah sampah, ngan ulah jadi masalah nu anyar”. (Tapi jangan menjadi masalah baru. Red). Tegas Dedi.

Saat dikonfirmasi oleh Humas Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Dinas Kesehatan melalui Sekretaris Dinasnya Didi Suardi mengatakan bahwa pihaknya segera merespon instruksi Bupati dengan mengeluarkan Surat Edaran ke semua Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik di Purwakarta agar mengolah limbah medisnya sendiri. “Sebenernya kami sudah ada MoU dengan seluruh Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik soal limbah medis ini, makanya selain edaran kami juga akan evaluasi MoU itu”. Ujar Didi menutup.(amh)

One Response

  1. Hendra Azam

    Assalamualaikum Wr wb Kang Dedi, saya hanya ingin minta tolong agar dengan segera ada respon tindakan dari Pemda Kabupaten Purwakarta khusus nya Kang Dedi selaku Bupati Kabupaten Purwakarta supaya menertibkan Angkutan2 Kota yang sering parkir/ngetem sembarangan di jalan raya khusus nya kalau pagi hari dan sore hari di perempatan lampu merah Sadang dan depan PT. Il Jin Sun Bungursari.
    Karena setiap hari kerja membuat macet dan rawan kecelakaan.
    Haturnuhun

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.