Dangiangkisunda.com – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut militansi kader Golkar di Jawa Barat tengah menggelora. Semangat ini muncul untuk memenangkan Partai Golkar dalam tiga kontestasi politik yakni Pilgub Jabar, Pileg dan Pilpres.

Khusus Pilgub Jabar, militansi tersebut muncul tidak terlepas dari varian kampanye yang dilakukan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dalam berbagai kesempatan, dia selalu memprioritaskan pemberdayaan kader Golkar dalam rangka konsolidasi pemenangan.

“Kader Golkar hari ini sangat militan dalam menghadapi Pilgub Jabar. Mereka energik, bergerak penuh semangat,” kata Dedi dalam acara Orientasi Fungsionaris II Golkar Jabar. Kegiatan tersebut digelar di Ballroom Hotel Resinda, Karawang, Jum’at (11/5/2018) malam.

Sejak menjadi kader Golkar pada Tahun 1999, Dedi Mulyadi mengaku baru pertama kali melihat antusiasme kader yang begitu massif. Meskipun, ‘kukurusukan’ yang dia lakukan sama sekali tidak pernah membawa atribut kampanye.

Gempita antusiasme itu dia nilai berhasil mengalahkan ribuan alat peraga kampanye yang dipasang di sebuah lokasi.

“Saya baru lihat ada kader mau iuran itu ya di Pilgub Jabar ini. Acara bubar pun tidak pernah minta ongkos. Spirit kader Golkar hari ini berhasil mengalahkan keriuhan atribut-atribut kampanye” tegasnya.

Target Perolehan Suara

Berdasarkan hasil konsolidasi, Koordinator Presidium KAHMI Jawa Barat itu menargetkan kemenangan sebesar 60% suara pemilih di Pilgub Jabar.

Pasangan DM4Jabar yang dihuni Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi ia yakini memenangkan kontestasi tanpa harus berperkara di Mahkamah Konstitusi.

“Kita dorong potensi internal dan eksternal untuk meraih kemenangan 60% di Pilgub Jawa Barat,” ujar Dedi.

Karakterdes Sebagai Kunci

Khusus potensi internal, Dedi Mulyadi menyebut Golkar memiliki ‘macan tidur’ bernama Karakterdes yakni Kader Penggerak Territorial Desa. Istilah tersebut pertama kali disematkan oleh Sekjend Golkar Sarwono Kusumaatmadja saat menjabat pada Tahun 1983-1988.

Melalui efektivitas gerakan Karakterdes, basis perjuangan Partai Golkar bukan lagi berdasarkan kabupaten/kota atau kecamatan. Konsolidasi bahkan bisa terjalin dengan konstituen sampai ke tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Piranti ini disediakan oleh pendahulu Golkar untuk berkarya sampai unit terkecil di tengah masyarakat. Jejak sejarah inilah yang harus kita hidupkan kembali demi kesinambungan gerakan partai,” pungkasnya.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.