Dagiangkisunda.com – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan kader Golkar di seluruh Jawa Barat agar fokus menyikapi APBD di sebuah daerah. Menurut dia, telaah mendalam terhadap dokumen uang rakyat itu harus mampu dilakukan oleh kader partai berlambang pohon beringin tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Dedi Mulyadi saat membuka Orientasi Fungsionaris II Golkar Jawa Barat. Tepatnya di Ballroom Hotel Resinda, Kabupaten Karawang, Jum’at (11/5/2018) malam.

Mantan Bupati Purwakarta itu melihat aspek penting pemahamanan tentang APBD. Arus dana mulai dari pendapatan sampai pengeluaran, kata dia, harus terkelola dengan baik dan sesuai aturan perundangan.

“Saya minta kepada kader Golkar agar mengkaji APBD di wilayah masing-masing. Potensi-potensi pendapatan daerah harus efektif diraih dan difokuskan untuk kesejahteraan publik,” katanya.

Menurut Dedi, variasi program untuk kesejahteraan publik harus berbasis kebutuhan masyarakat. Sehingga, program dari suatu tahun ke tahun yang lain memiliki perbedaan yang jelas sesuai prioritas.

“Lihat deh judul programnya, itu tidak boleh sama dari tahun ke tahun, tidak boleh itu-itu saja. Karena itu, penyusunan APBD tidak bisa copy paste, harus didasarkan pada telaah kebutuhan prioritas publik,” ungkapnya.

Gali Pendapatan Daerah

Selain pengeluaran, Dedi Mulyadi menaruh perhatian besar terhadap potensi pendapatan untuk menopang APBD. Dia berpendapat, tidak selamanya pendapatan bisa tergantung pada sumber daya alam dan pajak.

Karena itu, sebuah daerah dinilai penting memiliki investasi sebagai potensi sumber pendapatan terbarukan.

“Sumber daya alam akan habis pada waktunya. Pajak juga tidak selamanya dapat mencapai target. Daerah harus mulai memikirkan investasi, dari sana APBD-nya terisi dengan dividen setiap tahunnya,” ujarnya.

Program pembangunan infrastruktur menurut Dedi Mulyadi juga merupakan salah satu bentuk investasi. Meskipun, dia mengakui bahwa dampaknya hanya bisa terasa dalam jangka waktu yang tidak singkat.

“Mobilitas manusia, barang dan jasa akan lebih mudah jika infrastruktur sebuah daerah sudah mapan. Infrastruktur itu juga bentuk investasi yang akan mendorong lahirnya investasi-investasi lain,” pungkasnya.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.