Dangiangkisunda.com – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong agar produk kebudayaan Jawa Barat diperkenalkan dalam event Asian Games ke XVIII. Hal ini terkait dipilihnya beberapa venue di Jawa Barat untuk event internasional tersebut.

Jakarta dan Palembang memang ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggara. Akan tetapi, venue untuk beberapa cabang olahraga dipusatkan di Jawa Barat. Yakni, Majalengka, Sumedang, Purwakarta, Bogor, Bandung dan Bekasi.

Pemusatan ini menurut Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat tersebut menjadi momentum perkenalan produk budaya setempat. Diantaranya, dengan cara memasarkan produk industri kreatif berbasis kultur di lokasi yang telah ditunjuk.

“Kebetulan daerah-daerah yang memiliki venue ini punya sejarah. Karena itu, produk-produk budaya setempat harus dikenalkan. Produk itu bisa dijadikan cindramata untuk para atlet dan official. Saat PON itu pernah ada pengusaha dari Garut memberikan batu akik sebagai cindramata,” kata Dedi, di Tasikmalaya, Rabu (9/5/2018).

Selain itu, khazanah kesenian Jawa Barat menurut dia harus menemukan momentumnya untuk dikenal. Kesenian Sisingaan dari Subang dan Goyang Karawang dari Karawang menjadi dua jenis kesenian yang dia rekomendasikan.

“Jangan lupakan wayang golek. Misalnya, teman-teman dari Kabupaten Bandung menggelar pertunjukan wayang golek di Stadion Si Jalak Harupat usai pertandingan sepak bola,” ucapnya.

Produk makanan tidak luput dari perhatian pria yang lekat dengan iket Sunda berwarna putih tersebut. Sebagai salah satu produk budaya dan ciri peradaban, makanan harus mendapatkan media promosi yang pantas.

“Purwakarta misalnya punya sate maranggi. Kemudian, daerah lain juga memiliki makanan khas. Event Asian Games sangat cocok untuk promosi produk-produk seperti itu,” katanya.

Untuk mewujudkan tujuan ini, Dedi Mulyadi meminta kerjasama seluruh stakeholder termasuk masyarakat di Jawa Barat. Pasalnya, kualitas produk harus menjadi pertimbangan utama jika ingin dilirik dunia internasional.

“Kualitas semua produk itu harus prima. Ini kan dunia internasional akan melihat dan menilai produk kita. Semuanya harus melalui quality control yang baik,” ujar fans klub sepak bola Real Madrid tersebut.

Dedikasi Golkar Jabar untuk Asian Games

Tidak hanya itu, sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku siap mempromosikan Asian Games. Caranya, dia memberikan instruksi organisasi kepada seluruh DPD kabupaten/kota di Jawa Barat untuk memasang baligo.

“Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Jawa Barat bahwa ada event Asian Games. Tentu kontingen Indonesia membutuhkan spirit seluruh warga bangsa termasuk di Jawa Barat. Karena itu, saya instruksikan agar seluruh DPD kabupaten/kota memasang baligo Asian Games,” katanya.

Dalam konteks geopolitik Asia, Dedi Mulyadi memandang Asian Games memiliki peran strategis. Hal ini tidak terlepas dari berakhirnya ketegangan di Semenanjung Korea yang ditandai perdamaian antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Sejarah mencatat, Korea Selatan pernah membatalkan penyelenggaraan Asian Games karena khawatir atas gangguan keamanan dari Korea Utara pada Tahun 1970.

Asian Games tersebut merupakan kali ke enam dan terpaksa dipindahkan ke Bangkok, Thailand meski seluruh pembiayaannya ditanggung Korea Selatan.

“Kita tahu setelah puluhan tahun berkonflik, Korea Selatan dan Korea Utara akhirnya berdamai. Ini bisa menjadi contoh agar semua bangsa di dunia memelihara perdamaian antar bangsa,” katanya.

Atas hal tersebut. Dedi Mulyadi meminta seluruh warga Jawa Barat agar antusias menyambut Asian Games. Martabat bangsa Indonesia turut menjadi taruhan dalam penyelenggaraan event tersebut.

“Kita bantu Pak Presiden dalam menguatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia di kancah internasional. Event ini menjadi momentum untuk itu. Apalagi, Indonesia kini menjadi destinasi wisata unggulan di Asia Tenggara,” pungkasnya.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.