Ai7T586xUfJQ-Bwi878tra8MiWS0BF8ci-4FqTfv8b5c

dangiangkisunda.com – Budayawan Nusantara Emha Ainun Nadjib alias Caknun, menanggapi terkait tudingan dari salah satu kelompok yang menganggap Bupati Purwarkarta Dedi Mulyadi raja syirik. Menurut dia, yang mengetahui syirik atau tidaknya orang‎ itu hanya Allah SWT yang tahu.

“Itu haknya Allah SWT. Karena syirik itu letaknya ada di dalam hati. Jadi biarkan sajalah orang berkata apa. Wajar manusia memang seperti itu. Urusan kita syirik, kafir, bahkan muslim itu kan yang tahu hanya Allah. Itu hak priogratif Allah,” ujar Caknun seusai mengisi ceramah di acara HUT PGRI yang ke-70 di Pendopo Taman Pancawarna Purwakarta, Sabtu (12/12).

Caknun‎ pun menegaskan bahwa urusan orang dianggap kafir, musyrik, dan apapun sejenisnya itu sebenarnya hak Allah. Yang jelas saat ini yang penting terus saja berbuat baik dan bisa bermanfaat bagi banyak orang.

“Siapa yang tahu misalnya saya atau Kang Dedi Mulyadi syirik atau musyrik? Kita kan sama-sama nggak tahu. Yang tahu itu semua hanya Allah. Yang penting Kang Dedi saat ini terus melaksanakan tugasnya sebagai Bupati,” ujar dia.

Caknun juga mengapresiasi apa yang dilakukan Dedi Mulyadi di Purwakarta. Kata dia, Purwakarta saat ini lebih maju dan berkembang.

“Biarlah orang berkata apa. Yang pasti sekarang kita terus saja mengabdi demi terciptanya masyarakat bahagia,” ungkapnya.

Sementara, Bupati Dedi mengatakan bahwa dia tidak mempersoalkan dirinya disebut syirik.

“Sudah terbiasa. Saya malah berterimakasih bagi yang mengkritik. Baguslah dikritik, diingetin sampai syirik. Minimal pendalaman hati saya semakin dalam,” tandasnya. (bon)

Leave a Reply

Your email address will not be published.