dangiangkisunda.com – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjenguk korban perahu tenggelam di bendungan Cirata, Maniis Purwakarta. Korban dirawat di ruang Anyelir 3, RSUD Bayu Asih sejak berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Di ruang perawatan tersebut, Elis Lisnawati (35) menceritakan kronologis kejadian perahu yang mengangkut warga Kampung Rawabaru, Desa Sinargalih, Maniis itu tenggelam. Perahu tersebut kelebihan muatan dan tidak bisa menyesuaikan posisi karena cuaca dan angin yang cukup kencang.

“Baru pulang dari ladang, waktu itu mau hujan, perahu sempat membawa rombongan pertama. Tapi, pas rombongan kedua malah terbalik,” jelas Elis kepada Dedi.

Diatas perahu yang tengah oleng, warga tidak bisa menyembunyikan kepanikan. Setelah itu, perahu terbalik dan ia tidak bisa mengingat apapun. Elis tersadar saat sudah berada di dalam mobil ambulance untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit Bayu Asih.

“Pas perahu terbalik masih sadar. Setelah itu, gak tahu apa yang terjadi, saya sudah ada dalam ambulance. Alhamdulillah, anak saya yang masih balita juga selamat,” katanya bersyukur.

Elis dan penumpang perahu yang lain merupakan petani yang sehari-hari bekerja di ladang yang berada di salah satu pulau kecil di tengah bendungan Cirata. Ia bekerja bersama mertuanya dan biasa membawa serta anaknya yang masih balita.

Agar kejadian serupa tidak terulang, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengingatkan pemenuhan standar fasilitas keamanan. Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui leading sector terkait sejak kemarin sudah melakukan pendataan seluruh perahu yang memenuhi standar dan perahu yang belum memenuhi standar.

“Saya sudah menurunkan tim untuk melakukan pendataan. Pemilik perahu rata-rata tidak memiliki pelampung, padahal itu bagian dari standarisasi keamanan. Seluruh standar ini ke depan harus terpenuhi,” jelasnya.

Berikan Santunan

Pemerintah Kabupaten Purwakarta diakui Dedi tengah menyiapkan santunan bagi seluruh korban. Baik korban yang selamat maupun ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Bagi korban selamat, Pemkab setempat menggratiskan biaya perawatan selama korban dirawat di rumah sakit Bayu Asih.

“Kita siapkan santunan. Mereka ini kan nelayan biaya bukan niaga sehingga Pemkab Purwakarta berkewajiban untuk itu,” pungkas Dedi.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.