dangiangkisunda.com – Sebanyak 51 orang siswa dan siswi hasil seleksi dari seluruh Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Purwakarta dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Senin malam (15/8) di Taman Maya Datar Purwakarta. Acara yang dikemas secara epik dan kolosal tersebut memadukan unsur protokoler formal kenegaraan dan unsur tradisi.

Para siswa dan siswi yang akan mengibarkan bendera Merah Putih pada puncak peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke 71 tingkat Kabupaten Purwakarta (17/8) besok ini membawa duplikat bendera dari Bale Nagri menuju Taman Maya Datar dengan sangat telaten setelah satu bulan mereka dilatih oleh para pembina dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan oleh pembina dari Yon Armed Purwakarta.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam sambutannya mengatakan bahwa tahun ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Purwakarta dalam pentas Nasional karena Kereta Kencana Ki Jaga Raksa dipinjam oleh Presiden Joko Widodo untuk membawa bendera pusaka dan duplikat bendera pusaka dari Monas menuju Istana Merdeka. Menurut Dedi, dirinya terinspirasi oleh perpaduan antara upacara kenegaraan yang bersifat protokoler dan tradisi kebudayaan yang juga sarat akan nilai-nilai Nasionalisme.

“Saya sebenarnya dari dulu ingin membuat acara seperti ini tetapi terikat oleh aturan protokoler. Tetapi kini Pak Jokowi memberikan contoh kepada kita kita bahwa tata protokoler ternyata bisa dipadukan dengan unsur tradisi. Maka kami sengaja tampilkan seperti ini”. Kata pria yang akrab disapa Kang Dedi tersebut.

Selain itu, Dedi mengingatkan kepada seluruh warga Purwakarta agar menghargai jasa-jasa para pahlawan yang sudah rela menghibahkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan dan membangun jiwa nasionalisme anak bangsa yang lain. Sehingga dalam kesempatan pengukuhan tersebut, Dedi memberikan penghargaan dan santunan kepada Keluarga Almarhum Ismail Marzuki. Penghargaan tersebut diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta karena menilai pencipta lagu Halo Halo Bandung tersebut telah berhasil membangun spirit kebangsaan melalui karya-karyanya berupa lagu nasional.

“Anak-anak kita selalu menyanyikan Gugur Bunga dan lagu ciptaan beliau yang lain. Jiwa nasionalisme mereka tumbuh semata atas jasa beliau. Maka sudah sepantasnya kita memberikan penghargaan kepada beliau dan keluarganya”. Jelas Dedi menambahkan.

Puteri semata wayang Almarhum Ismail Marzuki Rachmi Aziya (66) yang hadir menerima penghargaan tersebut terlihat tidak kuasa menahan tangis bahagia. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Kang Dedi dan segenap Pemerintah Kabupaten Purwakarta atas penghargaan yang diperolehnya tersebut.

“Saya terima kasih sekali ini, suatu kehormatan bagi saya dan keluarga karena menerima penghargaan ini”. Ujar Rachmi yang sehari-hari berjualan es di depan rumahnya tersebut. (amh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.