Bupati-Purwakarta-Dedi-Mulyadi

dangiangkisunda.com – “Serangan-serangan terhadap Dedi Mulyadi bersifat politis”.

Belakangan ini media massa banyak memberitakan kontroversi Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Isu-isu miring terhadap Bupati Purwakarta seperti musyrik, menista agama, mengembangkan paham Sundaisme dan lain sebagainya terus bermunculan.

Tak jarang Bupati Purwakarta yang juga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Purwakarta itu mendapatkan serangan-serangan berupa fitnahan. Menanggapi isu-isu tersebut, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH.Dr. Eman Suryaman memberikan tanggapan secara khusus.

“Selama ini banyak berita miring di media massa terhadap Dedi Mulyadi karena dianggap Musyrik. Dedi Mulyadi bahkan diajukan ke pengadilan dengan tuduhan penistaan agama karena memuat pandangan-pandangan yang dianggap tak lazim oleh sekelompok orang. Menurut saya, polemik itu lebih bersifat politis dan berlebihan,” kata Eman Suryaman kepada Katakini.com, 13/1/2016.

Sebagai ketua PWNU, Eman Suryaman sudah melakukan penjelasan secara langsung kepada Dedi Mulyadi. Menurut Eman Suryaman, apa yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi hanyalah kreativitas dalam kebudayaan. Bahkan menurutnya, Bupati Dedi Mulyadi tergolong bupati yang mampu memberikan kontribusi melalui kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat di Purwakarta.

“Kalau kami orang NU itu terbiasa tabayun. Jika ada suatu masalah jangan mengambil sikap tanpa terlebih dahulu konfirmasi. Sama seperti teman-teman wartawan yang punya doktrin cek and ricek sebelum memampilkan tulisan. Saling konfirmasi dan saling memahami, bukan tiba-tiba menghakimi,” terangnya.

Terkait dengan apa yang menimpa Dedi Mulyadi, Eman Suryaman justru berempati kepada Bupati Purwakarta tersebut agar terus berjuang dengan kreativitasnya. Sebab menurutnya, sebagai pengurus NU, Dedi Mulyadi juga harus membuat prestasi yang besar supaya NU bukan semata organisasi yang bisanya menyalurkan aspirasi, melainkan harus berkontribusi pada bangsa dan Negara.

“Islam Nusantara adalah Islam yang mengubah prinsip gerakan aspirasi menjadi gerakan partisipasi. Semoga Pak Bupati Purwakarta sebagai bagian dari NU juga mampu menorehkan pretasi yang gemilang dengan karya-karyanya di Purwakarta. Semua kebijakan harus untuk rakyat, bukan semata untuk warga NU,” paparnya.

Terkait dengan sikap agresif kelompok berhaluan radikal kepada Dedi Mulyadi, Pria asal Cirebon itu berpendapat agar Dedi Mulyadi tidak usah merasa terganggu.

“Itu ujian biasa bagi orang yang ingin mengubah keadaan. Kalau diusir-usir ada polisi. Pak Dedi Mulyadi justru harus bersyukur karena dengan adanya rintangan itu nanti Allah akan memberikan jalan yang terbaik baginya. Sabar saja, dan fokus pada kerja,” sarannya.

FUAD AFFANDI SOAL DEDI MULYADI

Sementara itu Tokoh NU karismatik yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ittifaq Kabupaten Bandung, KH. Fuad Affandi berpendapat, tudingan musyrik kepada Dedi Mulyadi itu adalah sesuatu yang biasa. Sebab dalam politik menurut Fuad Affandi hal tersebut akan selalu ada. Bahkan Nabi Muhammad Saw dalam masa dakwahnya juga mendapatkan tudingan-tudingan miring, fitnahan dan tekanan yang luar biasa.

“Itu sunnatullah. Kalau Dedi Mulyadi mundur itu artinya mentalnya kerdil. Ada Gusti Allah yang lebih ngerti untuk memihak hambanya yang lurus. Orang NU tidak boleh bermental kerdil. Saya lihat Dedi Mulyadi punya mental tangguh untuk sekadar melewati rintangan seperti itu,” terangnya.

Dalam pandangan tokoh yang dikenal sebagai pejuang kaum tani Rancabali Kabupaten Bandung itu, ujian untuk Dedi dari FPI belum seberapa besar. Menurutnya, sejalan dengan kiprah-kiprah Dedi Mulyadi nanti masih akan besar ujiannya.

“Karena itu Dedi harus sadar akan halangannya. Sebagian wujud cita-citanya berbuat kepada masyarakat sudah tercapai. Nah, jangan berhenti. Lanjutkan. Orang NU harus dukung kiprah Dedi Mulyadi karena sekarang sedang jarang pemimpin yang berani. Apalagi di Jawa Barat ini. Banyak kepala Daerah yang tidak kreatif dan miskin prestasi. Prestasi Dedi Mulyadi jangan disikapi secara iri. Justru harus dijadikan teman untuk kemajuan bersama,” pungkasnya.(katakini.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.