Dedi Mulyadi memainkan angklung

Dedi Mulyadi memainkan angklung secara simbolik dalam acara pembukaan pasanggiri angklung di Bale Citra Resmi, Purwakarta, Kamis (2611)

 

dangiangkisunda.com – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menginstruksikan seluruh instansi pemerintahan menanam bambu di lokasinya masing-masing.

‎Hal tersebut merupakan upaya pelestarian tanaman sekaligus melestarikan alat musik angklung yang terbuat dari bambu.

“Di kantor pemerintahan dan di sekolahan harus ada pohon bambu,” ‎ kata Bupati Dedi Mulyadi saat memberi sambutan pembukaan babak penyisihan Pasanggiri Angklung Jawa Barat 2015, di Bale Citra Resmi Purwakarta, Kamis (26/11).

Pemilihan tanaman bambu sebagai bahan dasar angklung oleh masyarakat Sunda memiliki makna dan filosofi yang luhur.

Dedi mengatakan bahwa masyarakat dan para pemuda harus memahami angklung tidak hanya sebagai alat musik saja.

“Angklung terbuat dari bambu bukan tanpa alasan. Bambu adalah tumbuhan yang memiliki filosofi yang tinggi bagi sebagian masyarakat Sunda,” ujarnya.‎

Ketika sebuah bambu tumbuh menjadi besar, ia tetap tegak dan nyaris tidak pernah membahayakan manusia.

“Nilai kehidupan ini perlu dimaknai artinya bahwa saat hidup manusia baiknya tetap tegak pada pendirian dan tidak menyulitkan orang lain,” kata Dedi.

Menurut Dedi, nilai pendidikan pun bisa dipelajari dari tumbuhan bambu. Bambu yang muda lebih bermanfaat dan tinggi nilai gunanya. Namun, tetap dilindungi oleh akar bambu yang lebih tua dan lebih kuat. Anak muda harus bermanfaat tapi para orang tua harus tetap melindungi dan menjaga mereka.

Terkait persoalan ketersediaan lahan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta siap memfasilitasi pengelolaan lahan-lahan kosong di Purwakarta guna pelestarian tanaman bambu. Bukan cuma itu, pemerintah juga mengupayakan penanaman bambu di pinggir jalan-jalan kota.

“Purwakarta masih memiliki lahan kosong dan cukup untuk ditanami berbagai jenis bambu yang bermanfaat” ujarnya. (bon)

Leave a Reply

Your email address will not be published.