8DPyi+fl

dangiangkisunda.com – Parkir kendaraan bermotor memang seringkali menjadi masalah yang mengganggu ketertiban. Tak terkecuali parkir off the street seperti di Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta. Karena ketidakteraturan parkir kendaraan. Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menegur keras pihak manajemen parkir Rumah Sakit Umum Daerah Purwakarta yang menyediakan layanan kesehatan gratis untuk warga miskin ini. Kamis (24/3).

kang Dedi yang berangkat dari rumah dinas nya di Jl Gandanegara No 25 sedianya akan menjenguk pasien penderita penyakit thalasemia, namun ia  dongkol ketika melihat kendaraan yang diparkir sembarangan di area parkir Rumah Sakit Bayu Asih, salah seorang petugas parkir pun kena “semprot” karena memarkir kendaraannya sembarangan. “Kumaha sih? Kan didinya teh petugas, kudu na mere conto kanu sejen” (gimana sih? Anda ini kan petugas harusnya memberi contoh pada yang lain. Ed). Kata Dedi dengan muka memerah.

Kejadian ini sempat membuat pengunjung Rumah Sakit kaget bahkan Hanna (30) warga asal Sadang Purwakarta yang datang bersama keluarganya untuk menjenguk pasien mengaku “reuwas” (kaget. Ed) . Ia mengatakan memang sudah sejak dulu kesemrawutan parkir di Rumah Sakit Bayu asih terjadi. “mungkin harus langsung oleh pak bupati memang, karena sering saya tulis saran dan saya masukan ke kotak saran yang tersedia tetapi tidak ada tindak lanjut” Ujar Hanna geram.

Diminta keterangan seputar hal itu, Bupati Dedi Mulyadi menjawab, bahwa Rumah Sakit Bayu Asih sebagai badan layanan usaha daerah seharusnya memberikan contoh pelayanan yang baik untuk warga, karena dari segi pembiayaan sudah banyak disubdisi oleh Pemerintah Kabupaten. “Kami melakukan kebijakan anggaran untuk Bayu Asih, siapapun yang berobat mohon dilayani dengan baik, sumber pembiayaannya sudah jelas, harusnya pelayanan juga prima dong?” Kata kang Dedi dengan nada tinggi.

Dedi menambahkan bahwa peristiwa ini harus menjadi cermin bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah yang lain di Purwakarta, agar melakukan perbaikan internal demi pelayanan terbaik  kepada masyarakat. Menurutnya ini penting agar setiap kebutuhan masyarakat dapat terakomodir dengan baik. “Birokrasi itu tidak boleh menjadi kendala bagi pelayanan, kebutuhan masyarakat paling utama, intinya kan masyarakat membutuhkan kenyaman, maka buat mereka nyaman, persoalan parkir ini hanya salah satu diantaranya saja”. Kata kang Dedi menutup (amh)

One Response

  1. hendra yuswardhany

    1. saya minta tolong kepada bupati pak, kang dedy mulyadi agar mendata ulang yang berhak mendapatkan dana bantuan yang tepat krn ditempat saya cikumpay ada warga yang berhak mendapatkan akan tetapi tidak pernah mendapatkan melainkan yang mendapatkan orang yang tidak berhak/mampu malah tiap bulannya ia mendapatkan.
    2. terus minta tolong juga agar membantu biaya persalinan bayi yg mencapai lebih dari 20 jutaan karena ulah sang bidan hanya ia mau bertanggung jawab di pendaftaran rumah sakit saja selanjutnya ia ditemui oleh pihak keluarga dengan beralasan sibuk dan tidak bisa ti temui daerahnya cikumpay

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.