image

dangiangkisunda.com – Ahmad (70) harus menjalani senja kala hidupnya dengan kepahitan. Warga Desa Margasari Pasawahan Purwakarta ini harus bergelut dengan penyakit stroke yang ia derita sejak lama. Di dalam rumah berdinding bilik bambu dan beralas tanah ia terbaring tak berdaya bahkan buang air pun ia lakukan ditempat tidurnya yang beralaskan selembar triplek.

Ahmad hanya bisa pasrah dan menunggu bantuan tetangganya karena menurut keterangan tetangganya, keenam anak Ahmad tinggal di Cikarang, Bekasi dan tidak pernah menengok keadaan orang tuanya tersebut.

Keadaan Ahmad segera diketahui secara tidak sengaja oleh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Orang nomor satu di Purwakarta ini sedang mengadakan kegiatan Arisan Gotong Royong yang dilaksanakan hari ini Selasa (29/3). “Bah kunaon? Kamana barudak abah? sabarnya bah, Kin aya staff abdi nepangan abah, nyandak sadaya bubutuh abah” (Abah kenapa? Kemana anak-anak abah? Nanti ada staff saya menemui abah dan membawa segala kebutuhan abah. Red). Kata Dedi menanyakan keadaan Abah Ahmad.

Saat itu juga kang Dedi langsung menelepon salah satu staff nya untuk mengirimkan kasur dan biaya untuk kebutuhan sehari-hari Abah Ahmad. Tak hanya itu, Ambulance pun segera datang menjemput Abah Ahmad untuk pengecekan kesehatan. Sambil tak henti menatap Abah Ahmad, Dedi mengungkapkan kesedihannya, “ini bukan pertama kali saya menemukan orang seperti si Abah, meni teungteuingeun eta barudak na” (kok anak-anaknya tega sekali ya. Red). Ucap  kang Dedi dengan mata berkaca-kaca.

Menurut keterangan salah seorang warga, Ace (39) sudah hampir satu tahun keadaan Abah Ahmad seperti ini, menderita tanpa pernah ditengok oleh anaknya. “Sebelum sakit, si Abah kerja di TPA Cikolotok, sekarang sudah tidak bisa kerja lagi, jadi mengandalkan pemberian tetangga saja”. Kata Ace prihatin. (amh/bon)

Leave a Reply

Your email address will not be published.